Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Permintaan Ramadan Meningkat, Industri Nasional Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 20:28 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Permintaan Ramadan Meningkat, Industri Nasional Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat Doc: istimewa
Ket. Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian M. Rum saat membuka Bazar Ramadan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perindustrian Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (25/2)

JAKARTA-Momentum bulan suci Ramadan menjadi faktor penting bagi penguatan ekonomi nasional, khususnya melalui peningkatan permintaan terhadap produk industri dalam negeri. Peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap makanan dan minuman, tekstil, serta pakaian jadi selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri turut mendukung stabilitas ekonomi melalui perputaran usaha mikro dan kecil.

“Ramadan selalu menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat. Peningkatan kebutuhan selama bulan suci ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kinerja sektor industri nasional,” kata Inspektur Jenderal M. Rum saat membuka Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perindustrian Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (25/2).

Kinerja sektor industri pengolahan nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren yang semakin solid. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan pada 2025 mencapai 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen. Capaian ini menandai kembalinya peran industri pengolahan sebagai motor utama perekonomian nasional setelah terakhir kali terjadi pada tahun 2011.

Kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian nasional juga terus meningkat secara konsisten. Pada 2025, kontribusi sektor ini tercatat mencapai 19,07 persen atau setara Rp4.541,52 triliun. Di sisi perdagangan luar negeri, industri pengolahan nonmigas membukukan nilai ekspor sebesar USD227,1 miliar atau 80,27 persen dari total ekspor nasional, dengan surplus neraca perdagangan mencapai USD38,91 miliar.

“Dengan meningkatnya permintaan kebutuhan rumah tangga pada periode Ramadan dan menjelang Idul Fitri ini, saya dapat mengatakan bahwa Ramadan selalu membawa berkah tersendiri bagi industri nasional,” tegasnya.

Dalam menghadapi lonjakan permintaan tersebut, Kemenperin memastikan sektor industri, khususnya produsen barang kebutuhan pokok, berada dalam kondisi siap. Industri makanan dan minuman sepanjang 2025 mampu tumbuh sebesar 6,38 persen, didukung oleh permintaan domestik dan ekspor. Subsektor ini juga memberikan kontribusi signifikan, yakni 41,26 persen terhadap industri pengolahan nonmigas dan 7,13 persen terhadap perekonomian nasional.

Sementara itu, industri tekstil dan pakaian jadi juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,55 persen pada 2025, dengan kontribusi 5,59 persen terhadap industri pengolahan nonmigas. Kondisi ini mencerminkan industri dalam negeri memiliki daya saing dan kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kemenperin menilai, Bazar Ramadan memiliki peran strategis sebagai ruang interaksi ekonomi sekaligus sarana memperkuat kecintaan terhadap produk dalam negeri. Melalui bazar, distribusi produk industri nasional dapat diperluas dan tepat sasaran, memberikan akses bagi masyarakat terhadap produk yang beragam, berkualitas, dan terjangkau, sekaligus memperkuat permintaan domestik.

“Bazar Ramadan bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bagian dari upaya kolektif untuk memperkuat penggunaan produk dalam negeri, sehingga industri nasional dapat terus tumbuh dan berdaya saing,” ujar Irjen.

Puluhan booth

Perwakilan Ketua DWP Kemenperin Lusi Taufiek Bawazier menyampaikan, Bazar Ramadhan DWP Kemenperin Tahun 2026 diikuti oleh 69 booth dan didukung 32 sponsor, dengan menghadirkan beragam produk industri dalam negeri, mulai dari fashion, makanan dan minuman, perbankan, elektronika, otomotif, hingga produk kosmetika, parfum, dan peralatan makan.

“Kami berharap agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta dan pengunjung, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlanjutan industri dalam negeri melalui peningkatan konsumsi produk nasional,” katanya.

Tahun ini, kegiatan bazar DWP Kemenperin mengusung tema semangat “Belanja Berkah Produk Pilihan untuk Menjaga Industri Dalam Negeri”. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Februari 2026 di Plasa Industri Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.