Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Medvedev Lolos ke Babak 16 Besar Dubai Open, Usul Sistem Peringkat ATP Ditinjau Ulang

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 05:05 WIB | Oleh:
Medvedev Lolos  ke Babak 16 Besar Dubai Open, Usul Sistem Peringkat ATP Ditinjau Ulang Doc: ATP
Ket. Daniil Medvedev

DUBAI — Daniil Medvedev melangkah ke babak 16 besar Dubai Open setelah menundukkan petenis muda Tiongkok, Shang Juncheng, Rabu (25/2) dini hari WIB. Namun di balik kemenangan tersebut, Medvedev melontarkan kritik terhadap sistem peringkat ATP yang dinilainya membebani para pemain.

Sepekan setelah mengalahkan Shang di Doha, petenis Rusia peringkat 11 dunia itu kembali unggul dengan skor meyakinkan 6-1, 6-3 pada laga pembuka turnamen level 500 di Uni Emirat Arab tersebut.

Meski tampil solid di lapangan, perhatian Medvedev justru tertuju pada padatnya kalender kompetisi. Juara US Open 2021 itu mengusulkan agar poin peringkat hanya diberikan untuk turnamen paling bergengsi, yakni Grand Slam dan Masters 1000, sementara turnamen level 500 dan 250 tidak lagi menyumbang poin.

“Saya rasa para pemain akan setuju, dari apa yang saya dengar, untuk membuat lebih banyak turnamen wajib,” ujar Medvedev. “Menurut saya cukup empat Grand Slam dan, mungkin, 11 Masters. Hanya itu. Turnamen lainnya (level 500 dan 250) mungkin dibuat tanpa poin atau semacamnya.”

Menurut Medvedev, perburuan poin demi memperbaiki posisi peringkat dan menembus delapan besar dunia untuk lolos ke ATP Finals kerap memaksa pemain tampil berlebihan. Situasi itu, kata dia, sering berdampak negatif pada kondisi fisik.

Ia mencontohkan kasus Holger Rune yang mengalami cedera di turnamen level 250 di Stockholm tahun lalu. “Banyak yang bilang, ‘Ya, dia sebenarnya tidak perlu main di sana.’ Tapi kalau dia ingin ke Turin (ATP Finals), dia harus bermain, meski itu bukan turnamen wajib,” ujar Medvedev.

Musim lalu, Medvedev sendiri mengaku tampil dalam tujuh turnamen secara beruntun. “Apakah saya harus? Tidak. Tapi saya bermain buruk di awal musim. Mungkin saya bisa dapat 100 poin di sini, 200 poin di sana, agar tahun depan mendapat unggulan lebih baik,” katanya.

Ia menilai, jika turnamen level bawah tidak menawarkan poin, keputusan untuk mengurangi jadwal akan jauh lebih mudah diambil. “Setidaknya itu akan menjadi keputusan yang lebih sederhana. Tapi sepertinya itu tidak akan terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, unggulan kedua Alexander Bublik melaju ke babak kedua setelah mengalahkan lucky loser Jan-Lennard Struff 6-3, 6-4.

Hasil mengejutkan datang dari tersingkirnya mantan petenis nomor tiga dunia Stefanos Tsitsipas yang kalah dua set langsung dari Ugo Humbert. Sementara itu, Jiri Lehecka bangkit untuk mengalahkan Luca Nardi dengan skor 4-6, 6-4, 6-2.

Perdebatan soal beban jadwal dan distribusi poin ini kembali mengemuka di tengah tuntutan fisik yang semakin tinggi dalam tur profesional. Usulan Medvedev mungkin sulit terealisasi dalam waktu dekat, namun wacana tersebut mencerminkan kegelisahan para pemain terhadap sistem yang ada saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.