Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Ayo Beraksi, Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 19:52 WIB | Oleh:
Program Ayo Beraksi, Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Doc: Telkom Indonesia
Ket. Program AYO BERAKSI ini melibatkan 13 relawan terbaik karyawan Telkom.

Penurunan signifikan luas tutupan mangrove di pesisir Semarang dalam satu dekade terakhir, sebagaimana diungkap Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2025 mendorong PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) untuk mengambil peran aktif dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir. Melalui program AYO BERAKSI, Telkom menggelar aksi penanaman mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC) pada beberapa waktu lalu. Kegiatan ini melibatkan 13 relawan terbaik karyawan sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemulihan lingkungan serta mitigasi risiko abrasi.

Program AYO BERAKSI merupakan kompetisi volunteer internal yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif karyawan dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan sosial dan lingkungan. Melalui proses seleksi bertahap, terpilih lima tim Best of the Best, yaitu AiDareU, INOVAKSI, Green Drop, MAKE Impact, dan BATUMBUAH, yang kemudian mengikuti rangkaian kegiatan konservasi di Semarang.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan bahwa keterlibatan karyawan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan. “Sebagai perusahaan digital telco terdepan, Telkom tidak hanya berfokus pada pengembangan layanan dan transformasi teknologi, tetapi juga berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap aksi penanaman mangrove dapat membantu memitigasi dampak perubahan iklim serta melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi,” ujar Hery.

Data BRIN juga menunjukkan bahwa degradasi mangrove berpotensi melemahkan fungsi ekologisnya sebagai pelindung alami garis pantai sekaligus penyerap karbon biru. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko abrasi, tetapi juga mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan proses restorasi berjalan secara terukur dan berkelanjutan.

Selama tiga hari pelaksanaan program, para relawan melakukan penanaman bibit mangrove sebagai upaya rehabilitasi kawasan pesisir, memberikan edukasi kepada siswa Sekolah Dasar mengenai pentingnya menjaga lingkungan, serta mengikuti pelatihan membatik dengan pewarna alami berbasis mangrove guna mendukung pengurangan limbah di sekitar SMC. Rangkaian kegiatan ini mencerminkan integrasi semangat inovasi dan kepedulian sosial karyawan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

Sebagai bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), inisiatif ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan tujuan ke-14 tentang Ekosistem Lautan. Ke depan, Telkom akan terus memperkuat kolaborasi dalam menggerakkan aksi filantropi lingkungan, mendukung pemulihan ekosistem pesisir nasional, serta menghadirkan kontribusi nyata yang memperkuat ketahanan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.