Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Tegaskan Pasokan Pangan Aman, Dinamika Harga Musiman Mulai Terkendali

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 12:32 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bapanas Tegaskan Pasokan Pangan Aman, Dinamika Harga Musiman Mulai Terkendali Doc: istimewa
Ket. Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pemantauan di Pasar Way Batu, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Senin (23/2). Tercatat mayoritas komoditas berada pada level stabil

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Hasil pemantauan lapangan bersama Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menunjukkan bahwa dinamika harga yang terjadi pada sejumlah komoditas bersifat musiman dan mulai menunjukkan tren terkendali.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan bahwa kenaikan harga yang terjadi pada beberapa komoditas lebih dipengaruhi faktor cuaca dan kelancaran distribusi dari daerah produsen, bukan karena keterbatasan stok maupun produksi nasional.

“Memasuki Ramadan, kebutuhan masyarakat memang meningkat dan biasanya diikuti tekanan harga pada komoditas tertentu. Namun hasil pemantauan kami di lapangan menunjukkan pasokan tersedia, distribusi terus berjalan, dan harga mulai kembali menyesuaikan,” ujar Maino, Selasa (24/2).

Pemantauan di Pasar Way Batu, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada Senin (23/2) mencatat mayoritas komoditas berada pada level stabil. Beras medium terpantau Rp13.500/kg sesuai HET, beras SPHP Rp12.000/kg di bawah HET, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp35.000/kg, daging ayam ras Rp40.000/kg, telur ayam ras Rp29.000/kg, serta Minyakita Rp15.500/liter yang masih di bawah HET. Harga daging sapi tercatat Rp140.000/kg dan tetap berada dalam rentang acuan pemerintah.

Di Pasar Sukaraja, Kabupaten Pesawaran, Lampung, harga beras medium terpantau Rp13.500/kg, beras SPHP Rp12.500/kg, daging ayam ras Rp35.000/kg, telur ayam ras Rp28.500/kg, gula pasir Rp17.500/kg, dan Minyakita Rp15.700/liter. Secara umum, harga komoditas berada sesuai atau di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP) maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).

Komoditas cabai rawit merah sempat mengalami kenaikan pada kisaran Rp60.000–Rp65.000/kg akibat curah hujan di wilayah sentra produksi yang memengaruhi panen dan distribusi. Namun seiring masuknya pasokan baru ke pasar, harga mulai bergerak turun dan diperkirakan kembali stabil dalam waktu dekat.

Di wilayah pesisir dengan keterbatasan akses logistik, beberapa komoditas tercatat relatif lebih tinggi. Kondisi tersebut lebuh dilengaruhi karena ketergantungan pasokan dari luar daerah, bukan disebabkan kelangkaan barang.

Secara terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi praktik yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk memainkan harga. Ia meminta seluruh pelaku usaha mematuhi HAP dan HET serta menjaga stabilitas pasokan di tingkat distribusi maupun ritel.

“Ramadan adalah momentum ibadah dan penguatan solidaritas sosial. Jangan ada yang memanfaatkan situasi dengan memainkan harga pangan. Pemerintah akan bertindak tegas,” tegas Kepala Bapanas Amran yang juga Menteri Pertanian dalam keterangannya pada kesempatan sebelumnya.

Maino menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat distribusi minyak goreng rakyat melalui jaringan resmi agar menjangkau masyarakat hingga wilayah dengan akses terbatas. Bersama pemerintah daerah dan Satgas, langkah stabilisasi juga dilakukan melalui Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) guna memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sepanjang Ramadan hingga Idulfitri.

“Yang kita jaga bukan hanya ketersediaan, tetapi juga kelancaran distribusi supaya masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan mudah dan harga tetap wajar selama Ramadan sampai Idulfitri,” pungkas Maino.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...
Nasional
Jenazah ABK KM Arupadhatu I...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.