- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korsel Protes Jepang Terka...
Korsel Protes Jepang Terkait Sengketa Pulau-pulau
Senin, 23 Feb 2026, 02:40 WIBSEOUL - Korea Selatan (Korsel) pada Minggu (22/2) memprotes terselenggaranya acara pemerintah Jepang yang memperingati gugusan pulau yang dipersengketakan antara kedua negara, menyebut langkah tersebut sebagai penegasan kedaulatan yang tidak adil atas wilayahnya.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan pihaknya sangat keberatan dengan acara Hari Takeshima yang diadakan oleh Prefektur Shimane Jepang dan kehadiran seorang pejabat senior pemerintah Jepang, serta mendesak Jepang untuk segera menghapus upacara tersebut.
Pulau-pulau kecil ini, yang dikenal sebagai Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korsel, telah lama menjadi sumber ketegangan antara kedua negara tetangga tersebut, yang membuat hubungan kedua negara tetap tegang akibat perselisihan yang berakar pada pemerintahan kolonial Jepang di Semenanjung Korea dari tahun 1910 hingga 1945.
"Dokdo jelas merupakan wilayah kedaulatan Korsel secara historis, geografis, dan berdasarkan hukum internasional," kata Kementerian Luar Negeri Korsel, seraya menyerukan Jepang untuk menghentikan apa yang digambarkan sebagai klaim tanpa dasar dan untuk menghadapi sejarah dengan rendah hati.
Kementerian tersebut juga memanggil seorang diplomat senior Jepang ke gedung kementerian di Seoul untuk menyampaikan protes.
Seseorang di Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat dihubungi pada Minggu untuk memberikan komentar. Panggilan ke Kantor Perdana Menteri pun tidak dijawab. Pemerintah Jepang mengirimkan seorang wakil menteri dari Kantor Kabinet, bukan seorang menteri kabinet, ke upacara tersebut.
Klaim Teritorial
Saat ini pulau-pulau sengketa tersebut dikelola oleh Korsel sejak 1952, namun Jepang terus mengklaim kedaulatan atas wilayah tersebut.
Seoul telah berulang kali keberatan dengan klaim teritorial Jepang atas pulau-pulau tersebut, termasuk protes yang dikeluarkan pada Jumat lalu atas komentar Menteri Luar Negeri Jepang selama pidato parlemen yang menegaskan kedaulatan Tokyo atas pulau-pulau kecil tersebut.
Wilayah sengketa tersebut terletak di daerah perikanan yang subur dan mungkin berada di atas cadangan gas hidrat alam yang sangat besar yang nilainya bisa mencapai miliaran dollar, kata Seoul. CNA/I-1
- korean won
- japanese yen
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gelar Pelatihan Singkat
-
Apa yang Terjadi pada Masa Depan X-Men di Bawah Marvel?
-
Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya
-
Satpolairud Tanjungpinang Mengevakuasi Tujuh Korban Pompong yang Terbalik
-
Jogja Run'nShine 2026 Targetkan 3.500 Pelari, Hadiah Umrah hingga Liburan ke Turki
-
Wow Butuh Biaya Sangat Banyak, Spanyol Pagari Laut Menyusul Korban Jiwa Ceuta Terus Bertambah
-
BI Optimalkan Program Patua untuk Tekan Inflasi Lewat Peningkatan Produksi Petani Sulut.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.