Alcaraz Belum Terkalahkan Tahun Ini
📅 Senin, 23 Feb 2026, 06:40 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Karim JAAFAR / AFP
DOHA - Petenis nomor satu dunia, Carlos Alcaraz, melanjutkan awal musim sempurnanya dengan menjuarai Qatar Open, Minggu (22/2) dini hari WIB. Di partai final, bintang Spanyol itu tampil dominan untuk menundukkan wakil Prancis, Arthur Fils, dua set langsung 6-2, 6-1.
Gelar tersebut menjadi trofi kedua Alcaraz pada tahun 2026, hanya 20 hari setelah dia melengkapi karier Grand Slam lewat kemenangan di Australia Open. Di Doha, dia benar-benar tak terbendung. Dalam laga berdurasi 50 menit, Alcaraz memenangi 89 persen poin dari servis pertamanya dan tak sekali pun menghadapi break point.
Sejak gim pembuka, unggulan teratas itu langsung mendikte permainan. Pukulan groundstroke yang tajam dan variasi servis membuat Fils tak pernah menemukan ritme. Kemenangan ini sekaligus membalas kegagalan Alcaraz yang terhenti di perempat final Doha tahun lalu.
“Saya datang tahun ini dengan rasa lapar untuk meraih lebih banyak. Setelah setiap turnamen, kami harus menetapkan target baru. Saya sangat bahagia dan bangga atas semua yang kami lakukan bersama tim, di dalam maupun di luar lapangan” ujar Alcaraz.
Dengan hasil ini, Alcaraz mencatat rekor 12-0 sepanjang musim dan mengoleksi gelar kesembilan di level ATP 500. Menurut data ATP, raihan itu menyamai catatan Andy Murray sebagai peringkat keempat terbanyak sejak kategori tersebut diperkenalkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu di sektor putri, Jessica Pegula tampil klinis saat menjuarai Dubai Tennis Championships. Dia mengakhiri rekor sempurna Elina Svitolina di final WTA 1000 lewat kemenangan 6-2, 6-4.
Pegula, yang genap berusia 32 tahun pada hari Selasa mendatang, menjadi perempuan tertua kedua yang menjuarai turnamen ini setelah kompatriotnya, Venus Williams, yang menang pada tahun 2014 di usia 33 tahun.
“Hadiah ulang tahun yang luar biasa. Saya bisa merayakannya dengan terbang pulang beberapa jam lagi. Senang sekali membawa pulang trofi ini. Pekan yang hebat,” ujar Pegula, yang memutus tiga kekalahan beruntun di final WTA 1000.
Sebaiknya Anda baca juga:
Petenis peringkat lima dunia itu langsung unggul 3-0 pada set pertama. Ia menekan Svitolina dari baseline, mematahkan servis lawan lewat backhand silang tajam, lalu mempertahankan servis dengan slice backhand yang presisi. Upaya bangkit Svitolina terhenti saat Pegula menyelamatkan dua break point untuk unggul 5-1. Forehand Svitolina yang menyangkut di net memastikan set pertama menjadi milik Pegula.
Pada set kedua, Pegula tampil lebih terukur. Break krusial di gim kelima menjadi pembeda sebelum ia menutup laga dengan sebuah ace, mengamankan gelar ke-10 sepanjang kariernya.
“Saya seperti tak bisa berkata-kata setelah pertarungan ini. Saya benar-benar menaruh diri sepenuhnya di lapangan, bermain seolah tak ada hari esok dan mengerahkan seluruh kemampuan,” ujar Pegula. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!