Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Sherly Tjoanda Imbau Waspadai Cuaca Buruk di Maluku Utara

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Sherly Tjoanda Imbau Waspadai Cuaca Buruk di Maluku Utara Doc: ANTARA
Ket. BMKG menyebut wilayah Malut dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan curah hujan.

TERNATE – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengimbau seluruh masyarakat di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.

"Wilayah kita memiliki banyak daerah lereng dan kawasan pesisir, sehingga dengan adanya peningkatan curah hujan maka potensi banjir dan tanah longsor perlu diwaspadai bersama," kata Sherly Tjoanda di Ternate, Jumat (20/2).

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi adanya peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah Maluku Utara pada periode 19 hingga 25 Februari 2026.

Dalam keterangan resminya, Gubernur Sherly menegaskan bahwa karakteristik geografis Maluku Utara yang didominasi wilayah perbukitan, pegunungan, serta perairan luas menjadikan daerah ini rawan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi.

Berdasarkan laporan dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, kondisi cuaca Maluku Utara pada periode 19–25 Februari diperkirakan berawan hingga hujan ringan, dengan peningkatan intensitas secara fluktuatif menjadi hujan sedang, terutama pada pagi hingga dini hari.

Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan debit air sungai serta memicu genangan dan banjir di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) dan wilayah dataran rendah.

Menindaklanjuti prakiraan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menginstruksikan seluruh perangkat desa dan aparat terkait untuk melakukan pemantauan berkala pada titik-titik rawan bencana. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini serta mempercepat respons apabila terjadi situasi darurat.

Sherly juga menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta aparat keamanan untuk memastikan kesiapsiagaan berjalan optimal.

"Kita tidak boleh lengah. Semua perangkat daerah harus aktif memantau kondisi lapangan, khususnya di wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir dan longsor," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.