Ip Man Wing Chun Exhibition Jakarta Sajikan Warisan Legendaris
📅 Kamis, 19 Feb 2026, 23:06 WIB | Oleh: OpikDi Indonesia, pengembangan aliran ini berada di bawah Federasi Wing Chun Indonesia yang terhubung dengan organisasi garis silsilah resmi. Tradisional Ip Man Wing Chun Indonesia sendiri berawal dari komunitas Brotherhood of Wing Chun (BoWC) Indonesia yang berdiri pada 2010.
Wing Chun Friendship sebagai afiliasi Tradisional Ip Man Wing Chun Indonesia dipelopori oleh Arie Febrianto dan Yohanes Baptista Aditya, serta didukung manajemen Andi Setiawan. Komunitas ini aktif membuka kelas dan membina pegiat Wing Chun yang ingin berkarier sebagai atlet maupun pengajar.
Arie Febrianto, selaku perwakilan Wing Chun Friendship, menegaskan pentingnya keabsahan garis silsilah. "Shifu (guru) kami, Shifu Martin Kusuma, belajar langsung dengan Ip Ching (putra Ip Man), sebelum beliau berpulang saat pandemi COVID-19. Shifu kami merupakan wakil asosiasi yang kami jalankan (Wing Chun Indonesia). Di atasnya ada VTAA dari Hong Kong langsung yang dipimpin oleh putra mendiang Ip Man, Ip Ching. Semua Shifu kami memiliki lisensi dari pusat," paparnya saat diwawancarai Xinhua pada 12 Februari lalu.
Dalam sistem pembelajaran di Wing Chun Friendship, terdapat tujuh tingkat yang harus dilalui secara bertahap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Arie Febrianto, fase paling menantang justru berada pada tingkat satu hingga tingkat tiga karena murid dituntut untuk benar-benar menghafal dan memahami rangkaian gerakan secara mendetail.
Berbeda dengan banyak bela diri lain yang menekankan latihan fisik berat, seperti push-up atau sit-up, Wing Chun lebih berfokus pada penguasaan teknik, struktur, dan koordinasi tubuh.
Menariknya, Arie Febrianto menyebut Wing Chun tidak hanya dipraktikkan sebagai seni bela diri, tetapi juga dimanfaatkan dalam pendekatan terapi alternatif.
Sebaiknya Anda baca juga:

Sejumlah penghargaan yang pernah diraih Federasi Wing Chun Indonesia ditampilkan saat ekshibisi di K Mall, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 24 Januari hingga 22 Februari 2026. (Xinhua)
"Wing Chun ini bukan sekadar bela diri, bisa juga untuk pengobatan alternatif semacam kiropraktik," kata Arie. "Ilmunya Wing Chun kami pergunakan untuk pengobatan dengan menggunakan teknik-teknik tertentu dan para praktisinya tetap harus memiliki sertifikat. Banyak lansia yang datang dengan keluhan kesehatan, seperti saraf kejepit, memberikan testimoni positif setelah berobat dengan teknik Wing Chun ini," jelasnya lebih lanjut.
Melalui pameran ini, Wing Chun tidak hanya diperkenalkan sebagai teknik pertarungan, tetapi juga sebagai warisan budaya yang sarat nilai disiplin, keseimbangan, dan penghormatan terhadap garis silsilah.
Semangat pelestarian yang diusung komunitas ini menjadi pengingat bahwa tradisi dapat terus hidup dan berkembang ketika diwariskan dengan komitmen dan integritas. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!