Jelang Ramadhan 1447 H, Harga Cabai Rawit di Pasar Induk Kramat Jati Sempat Melonjak hingga Rp70 Ribu sebelum Mulai Turun
📅 Rabu, 18 Feb 2026, 16:15 WIB | Oleh: Tim PenulisUntuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, pengelola pasar bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan. Sejumlah inspeksi dilakukan guna memastikan tidak terjadi penimbunan.
"Sudah ada pengecekan dari Badan Pangan Nasional dan juga dari Bareskrim Polri. Mereka memastikan kenaikan harga ini karena faktor pasokan, bukan permainan," ujar Agus.
Menurut dia, pengawasan ini penting untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari praktik spekulasi.
Dengan mulai membaiknya pasokan, pengelola pasar berharap harga cabai dapat terus menurun dan stabil selama Ramadhan hingga Lebaran. "Kami berharap cuaca membaik dan petani bisa panen secara normal. Kalau suplai lancar, harga juga akan lebih terkendali," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Agus juga mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Menjelang hari pertama Ramadhan (H-1), aktivitas di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) terlihat semakin padat sejak dini hari hingga menjelang sore.
Arus kendaraan pengangkut bahan pangan serta pembeli dari berbagai daerah terus memadati kawasan pasar yang menjadi pusat distribusi sayur dan buah terbesar di Jakarta dan sekitarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peningkatan aktivitas menjelang Ramadhan merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun.
Sejumlah komoditas yang menjadi incaran utama para pedagang maupun masyarakat, antara lain sayur-mayur, cabai, dan bawang. Selain itu, buah-buahan juga menjadi salah satu produk yang paling diminati.
Meski beroperasi selama 24 jam, Agus mengungkapkan bahwa ada waktu-waktu tertentu yang menjadi puncak keramaian di Pasar Induk Kramat Jati. Salah satunya terjadi pada dini hari saat pasokan dari daerah mulai berdatangan.
Selain dini hari, aktivitas juga kembali meningkat pada pagi hingga sore hari. Pada rentang waktu tersebut, sebagian besar pasokan sayur-mayur tiba dan langsung didistribusikan kepada pedagang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!