Bukan Sekadar Perayaan: 38 UMKM Ikut Menjahit Ekonomi Lokal di Festival Pasar Imlek Mimika
📅 Selasa, 17 Feb 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara.
TIMIKA – Lampion merah bergoyang pelan tertiup angin sore di Kabupaten Mimika. Aroma jajanan khas Imlek bercampur dengan tawa pengunjung yang hilir mudik di area Festival Pasar Imlek 2026.
Di tengah keramaian itu, sebanyak 38 pelaku UMKM lokal ikut ambil bagian, membawa harapan sederhana: dagangan laku, rezeki mengalir, dan jejaring usaha makin luas.
Festival yang digelar oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kabupaten Mimika ini tak sekadar jadi ruang perayaan budaya, tapi juga panggung kecil bagi pelaku usaha untuk naik kelas.
Dari makanan rumahan, kerajinan tangan, hingga minuman segar racikan sendiri, setiap stan menyimpan cerita perjuangan para UMKM yang terus bertahan di tengah dinamika ekonomi daerah.
Bagi sebagian peserta, momen ini jadi kesempatan langka untuk memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Ada yang baru pertama ikut bazar, ada pula yang sudah rutin berpindah dari satu event ke event lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun satu hal sama: semangat kolaborasi terasa kental, menyatukan budaya, ekonomi, dan kebersamaan warga Mimika.
Di balik gemerlap perayaan Imlek, festival ini menjadi pengingat bahwa denyut ekonomi lokal sering kali tumbuh dari acara-acara sederhana—tempat UMKM diberi ruang, masyarakat berkumpul, dan optimisme perlahan dirajut dari lapak ke lapak.
Ketua Panitia Festival Pasar Imlek Mimika Yoesoef Kurniawan di Timika, Selasa, mengatakan festival ini bagian dari rangkaian kegiatan Imlek di Kabupaten Mimika.
"Di Mimika ini ada ratusan UMKM, tetapi keterbatasan tempat jadi hanya 38 UMKM yang kami akomodir. Semua stan untuk mereka berjualan kami yang siapkan secara gratis," kata Kurniawan.
Ia menjelaskan bahwa festival ini bukan hanya untuk memperkenalkan budaya masyarakat Tionghoa di Mimika tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM.
"Ada stan yang mendapatkan keuntungan Rp3 juta per hari. Kami berharap dalam acara ini ada keuntungan, ada perputaran uang dalam jumlah besar di festival ini," ujarnya.
Festival Pasar Imlek dilaksanakan selama tiga hari, pada 15-17 Februari 2026.
"Puncak acara Imlek nanti di acara Cap Go Meh di tanggal 3 Maret 2026. Kami laksanakan di Gedung Eme Neme Yauware," kata Kurniawan.
Salah satu anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mimika, Fransiska Piry mengatakan bahwa festival ini membantu menghidupkan perekonomian UMKM Mimika.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!