Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nusantara Dinilai Jadi Cara Baru Bernegara

📅 Senin, 16 Feb 2026, 03:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nusantara Dinilai Jadi Cara Baru Bernegara Doc: Antara
Ket. Menteri PANRB Rini Widyantini menjadi pembicara pada kuliah umum bagi ASN Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (13/2/2026).

PENAJAM PASER UTARA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekedar memindahkan pusat pemerintahan, tetapi kesempatan untuk merancang ulang cara negara bekerja, birokrasi mengambil keputusan, dan melayani masyarakat.

Pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto mengingatkan melalui kutipan Thucydides: The strong do what they can and the weak suffer what they must bahwa hanya bangsa yang memiliki kekuatan fondasional yang mampu menentukan nasibnya sendiri. Salah satu syarat utama kelangsungan peradaban sebuah negara, yaitu birokrasi yang unggul.

“Dalam konteks IKN, pesan tersebut menjadi sangat relevan. IKN bukan sekadar memindahkan pusat pemerintahan. IKN adalah kesempatan untuk merancang ulang cara negara bekerja, mengambil keputusan, dan melayani masyarakat,” kata Rini saat menjadi pembicara pada kuliah umum bagi ASN Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (13/2) dikutip dari keterangan diterima di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, IKN bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan. IKN adalah simbol cara baru negara bekerja, di mana kualitas birokrasi di IKN akan menjadi wajah peradaban baru Indonesia.

IKN saat ini tidak hanya membangun birokrasi yang bekerja sendiri-sendiri. Rini mengatakan IKN juga membangun smart governance, yaitu negara yang lebih lincah, lebih terintegrasi, dan lebih hadir.

“Melalui layanan berbagi pakai, baik shared office maupun shared system, kita mendorong efisiensi, kolaborasi, dan percepatan pengambilan keputusan. Dengan demikian, fasilitas pendukung terkelola bersama, sistem digital terintegrasi, dan pola kerja bergerak menuju agile government,” ujarnya.

Ia menyampaikan pengalaman negara lain menunjukkan bahwa integrasi kawasan dan layanan digital terpadu adalah kunci efektivitas pemerintahan.

“Di IKN, kita memiliki kesempatan untuk menerapkannya sejak awal, bukan sebagai perbaikan, tetapi sebagai desain dasar. Ini lah fondasi smart governance di IKN: terintegrasi, kolaboratif, dan berorientasi hasil,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa IKN lahir di tengah era disrupsi, di mana dunia berubah sangat cepat, didorong oleh digitalisasi dan percepatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, pelayanan publik dituntut semakin cepat, terintegrasi, dan responsif.

Oleh karena itu, sebut dia, IKN tidak bisa dibangun dengan cara berpikir birokrasi konvensional. Ia menekankan ASN IKN harus menjadi birokrasi digital-native pertama di Indonesia, yang adaptif dan siap memimpin perubahan?

“Jika IKN lahir di era disrupsi, maka jawabannya jelas. IKN harus dimulai dari manusianya. Kota yang cerdas hanya bisa dibangun oleh aparatur yang terus belajar dan berkembang. Karena itu, kita perlu menetapkan standar kompetensi digital ASN IKN yang jelas dan terukur, disertai asesmen serta pemetaan yang terintegrasi dalam sistem nasional,” ujar Rini.

Menurut Rini, pembangunan IKN juga memacu birokrasi muda merancang ulang cara bekerja. “Pembangunan IKN bukan sekadar menghadirkan pusat pemerintahan baru,” ujarnya. IKN, lanjutnya, membangun generasi masa datang dan bukan sekadar memindahkan pusat pemerintah.

“Ibu kota baru juga merancang cara baru negara bekerja, cara baru kerja birokrasi, cara baru melayani masyarakat, dan cara baru pengambilan keputusan,” katanya. “Semua itu hanya bisa dibangun ketika pegawai menanamkan integritas dan budaya kerja yang baik,” lanjutnya.

Sebagai ibu kota masa depan Indonesia, lanjut Rini Widyantini, IKN diproyeksikan menjadi contoh model birokrasi baru bagi generasi mendatang. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.