Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Pastikan Pasokan Pangan Jabodetabek Aman Jelang Imlek dan Ramadan

📅 Senin, 16 Feb 2026, 13:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas Pastikan Pasokan Pangan Jabodetabek Aman Jelang Imlek dan Ramadan Doc: ANTARA
Ket. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (kedua kanan) bersama Satgas Pangan Polri Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho (Keempat kanan) melakukan sidak harga dan pasokan pangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (16/2/2026).

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan pangan di DKI Jakarta dan sekitarnya relatif aman jelang Imlek dan Ramadhan meski harga cabai rawit merah dinilai masih berada pada level tinggi di sejumlah pasar tradisional.

Pemantauan itu dilakukan Bapanas bersama Satgas Pangan Polri saat inspeksi mendadak (sidak) beruntun di Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Kramat Jati dan Pasar Minggu, Jakarta, Senin (16/2).

“Secara prinsip pasokan relatif bagus, artinya di Pasar Induk Kramat Jati pasokan cabai dan bawang masih ada setiap hari,” kata Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa usai melakukan sidak.

Ketut mengatakan harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati masih tergolong tinggi, yaitu kisaran Rp80.000 per kilogram (kg) meskipun relatif menurun dibandingkan dengan harga seminggu yang lalu di sekitar Rp90.000 per kg hingga Rp100.000 per kg.

Sementara itu, ia mengatakan harga cabai merah keriting masih berada pada kisaran harga yang relatif aman di kisaran Rp50.000 per kg.

Ia menambahkan, bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati terpantau berada di kisaran Rp40.000 per kg, sedangkan bawang putih di beberapa pasar masih memerlukan tindak lanjut karena harganya relatif lebih tinggi di kisaran Rp45.000 per kg.

“Cabai rawit merah ini memang agak tinggi, ini yang perlu kita intervensi, carikan solusinya. Tapi secara prinsip pasokan sekali lagi relatif aman dan sangat bagus.” ujar Astawa.

Dalam sidak tersebut, Bapanas juga menemukan bahwa harga daging sapi di Pasar Minggu masih berada dalam batas wajar, dengan paha depan sekitar Rp130 ribu per kg dan paha belakang sekitar Rp140 ribu per kg.

Selain itu, beras medium di Pasar Minggu sebagian masih dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), meski terdapat temuan sejumlah pedagang yang menjual di atas ketentuan tersebut.

Berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan HET, wilayah Jawa, Lampung dan Sumatera Selatan memiliki harga sebesar Rp13.500 per kg untuk beras medium dan Rp14.900 per kg untuk beras premium.

Astawa mengatakan temuan harga beras di atas HET tersebut akan ditindaklanjuti untuk mengetahui penyebabnya, termasuk dengan melakukan penelusuran di tingkat pasar induk.

Ia juga menyebut akan melakukan rapat pada Selasa (17/2), dengan pihak di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) untuk berunding terkait temuan tersebut.

“Kita telusuri dulu apa penyebabnya sehingga kita carikan solusi. Kalau mereka menaikkan, kita tegur, tapi kalau memang kondisinya seperti itu, kita harus carikan solusi,” katanya.

Sementara itu, Satgas Pangan Polri melalui Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan akan terus bersinergi dengan Bapanas dan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.