Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Tiongkok Luncurkan Proyek Pohon Kehidupan Guna Pemahaman Evolusi Tumbuhan

4 Sabtu, 14 Feb 2026, 16:33 WIB | Oleh:
Ilmuwan Tiongkok Luncurkan Proyek Pohon Kehidupan Guna Pemahaman Evolusi Tumbuhan Ilmuwan Tiongkok Luncurkan Proyek Pohon Kehidupan Guna Pemahaman Evolusi Tumbuhan Doc: AFP

BEIJING - Tim ilmuwan Tiongkok meluncurkan proyek megasains internasional ambisius untuk mengungkap cetak biru genetik dari garis-garis keturunan tumbuhan darat utama, dengan tujuan menyusun "pohon kehidupan" (tree of life) yang lengkap bagi flora serta mengatasi berbagai tantangan global yang mendesak dalam ketahanan pangan dan konservasi keanekaragaman hayati.

Inisiatif tersebut, yang diberi nama PLANeT, secara resmi diluncurkan di Beijing pada Rabu (11/2).

Proyek ini dipimpin bersama oleh Institut Genomik Pertanian Shenzhen (Agricultural Genomics Institute at Shenzhen/AGIS) di bawah Akademi Ilmu Pertanian Tiongkok (Chinese Academy of Agricultural Sciences/CAAS) yang bekerja sama dengan Perhimpunan Botani Tiongkok (Botanical Society of China), Universitas Peking, dan lebih dari 40 institusi lain dari 15 negara dan kawasan, menurut sebuah rilis pers AGIS yang dipublikasikan pada Kamis (12/2).

Proyek itu akan secara sistematis mengambil sampel ordo dan famili tumbuhan yang saat ini belum tercakup dalam basis data genomik.

Dengan memanfaatkan metode filogenomik, para peneliti bertujuan menyelesaikan perdebatan mengenai hubungan evolusi dan waktu divergensi di antara semua kelompok tumbuhan utama guna menyusun "pohon kehidupan" yang komprehensif, kata Wang Li, seorang peneliti utama inisiatif tersebut dari AGIS.

Salah satu hambatan penting dalam ilmu botani adalah bahwa lebih dari 99 persen dari sekitar 450.000 spesies tumbuhan darat tidak memiliki genom rujukan yang berkualitas tinggi. Kesenjangan data itu sangat membatasi pemahaman manusia tentang evolusi dan potensi fungsional tumbuhan.

"PLANeT mengingatkan kita pada Proyek Genom Manusia (Human Genome Project) yang diluncurkan pada 1990. Temuan-temuan dari upaya selama satu dekade itu dengan cepat memajukan genetika manusia. Kini, proyek PLANeT kami memiliki visi serupa," ujar Wang.

Dengan jumlah data genomik masif yang akan dihasilkan, pemrosesannya menjadi tugas yang signifikan. "Kami menerapkan algoritma dan model kecerdasan buatan (AI) supaya mesin-mesin dapat mempelajari dan menerjemahkan 'bahasa umum' tumbuhan," jelas Wang.

Model-model dasar bahasa genomik akan memindai puluhan ribu genom tumbuhan untuk mengidentifikasi aturan "gramatikal" yang tersimpan dalam urutan DNA, logika organisasional elemen-elemen pengatur, dan pola pengodean pada modul-modul fungsional.

"Hanya dengan menerjemahkan 'bahasa umum' tumbuhan, kita dapat memahami hukum dasar kehidupan dari 470 juta tahun evolusi tumbuhan. Kumpulan data genomik ini juga dapat membantu tumbuhan yang berada di ambang kepunahan," kata Wang.

Berbeda dengan konservasi tradisional yang dibatasi oleh pengumpulan data fenotipik, PLANeT akan secara efisien mengidentifikasi spesies yang rentan secara genetik melalui indikator-indikator genomik, memberikan dukungan teoretis yang kuat bagi penilaian keanekaragaman hayati dan perumusan kebijakan konservasi.

Selain itu, sebut Wang, dengan menganalisis gen-gen yang berkaitan dengan ketahanan terhadap penyakit, toleransi terhadap kekeringan, dan toleransi terhadap garam, proyek ini memfasilitasi pemuliaan "tumbuhan masa depan" yang tangguh terhadap iklim guna menjaga ketahanan pangan global.

AGIS menyatakan PLANeT bukan hanya sebuah eksplorasi sains mutakhir, tetapi juga sebuah komitmen terhadap kerja sama internasional yang terbuka dan saling berbagi, dengan tujuan untuk membentuk kembali paradigma dalam penelitian ilmu hayati sekaligus memberikan solusi konkret untuk kesehatan manusia dan keberlanjutan ekologis. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton Garam di Kalimantan.

31 menit yang lalu | Yebdi Trismar

Nasional
TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.