Gowa Mati-matian Kendalikan Inflasi
Jumat, 13 Feb 2026, 11:59 WIBGOWA â Menjelang puasa semua harga akan naik dan bisa mengakibatkan inflasi. Untuk itu Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, Sitti Husniah Talenrang menginstruksikan kepada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa untuk melakukan intervensi dalam mengendalikan inflasi jelang Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi.
Sitti Husniah Talenrang dalam pernyataannya di Gowa, Jumat, menilai pengendalian inflasi itu menyangkut langsung kehidupan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan dapur keluarga.
âInflasi bagi pemerintah mungkin hanya angka, tetapi bagi masyarakat adalah tentang apakah mereka bisa menyajikan makanan yang layak untuk sahur dan berbuka. Pemerintah harus hadir memastikan tidak ada keluarga di Gowa yang cemas menghadapi Ramadhan hanya karena harga pangan yang tidak terkendali,â ujarnya.
Husniah mengungkapkan bahwa berdasarkan data per November 2025, inflasi Kabupaten Gowa yang mengacu pada inflasi Kota Makassar tercatat sebesar 2,69 persen (year to date), lebih rendah dibandingkan inflasi rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 2,84 persen.Â
Namun dirinya mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran pemerintah lengah, karena potensi peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri ada.
"Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, penerapan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif harus dilaksanakan," katanya.
Bupati menyebutkan langkah konkret yang ditekankan antara lain pelaksanaan operasi pasar dan pangan murah di wilayah rawan inflasi, pengawasan gudang dan distributor guna mencegah penimbunan barang, antisipasi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem, serta penyatuan data lintas OPD agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
âSaya ingin masyarakat Gowa menjalani Ramadan dengan hati damai. Damai karena harga terjangkau, pasokan tersedia, dan mereka tahu pemerintahnya benar-benar hadir mengurus kebutuhan mereka,â terangnya.
Dirinya juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari TPID, OPD terkait, aparat keamanan, hingga pelaku usaha, agar upaya pengendalian inflasi tidak hanya berhasil di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis dalam laporannya mengatakan HLM ini dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran inflasi di Kabupaten Gowa dalam rangka menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Dengan HLM ini kita mendapatkan gambaran ketersediaan, perkiraan produksi, harga, dan kelancaran distribusi komoditas bahan pangan serta untuk mendapatkan solusi apabila terjadi kondisi yang dapat mengganggu ketersediaan bahan pokok penting di masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dari OPD anggota TPID Kabupaten Gowa dan pihak terkait lainnya," ucap Sekda Gowa.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Inilah Daftar Pemenang Ajang Penghargaan Critics’ Choice Awards 2026
-
Inflasi 3,48 Persen Masuk Target, Kemendagri Soroti Harga Pangan Belum Stabil
-
PSG Juarai Piala Super Prancis Puja-puji Luis Enrique untuk Goncalo Ramos
-
Prabowo Kagetkan Publik: Presiden Siap Gelontorkan Rp5 Triliun Demi KRL Jabodetabek
-
IHSG Hari ini Lesu, Pasar Pilih Tunggu Sinyal dari Pertemuan Trump dan PM Jepang
-
Tinjau IKN, Prabowo Koreksi Desain dan Fungsi Kawasan ke OIKN
-
Daya Saing UMKM Lemah, Negara Diminta Turun Tangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.