Warga Tak Perlu Rebutan Belanja untuk Imlek dan Puasa
📅 Rabu, 11 Feb 2026, 04:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Arif Firmansyah
JAKARTA - Pemprov Jakarta menjamin aman kebutuhan dasar menjelang Imlek dan puasa. Jadi, warga tak perlu panic buying.“Masyarakat dalammembeli kebutuhan tak perlunya secara berlebihan atau melakukan panic buying menjelang Imlek dan puasa. Stok pangan di pasar mencukupi, “ tanda Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Selasa (10/2).
“Belajar dari peristiwa Natal kemarin atau Tahun Baru, memang ada yang mau memboikot daging dan sebagainya, untuk saat ini, saya sampaikanketersediaan pangan di Jakarta sangat mencukupi, tidak usah ada panic buying,” kata Pramono di Balai Kota, Selasa.
Pramono juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjamin bahwa ketersediaan bahan pangan maupun daging di Jakarta saat ini mencukupi. Pemprov DKI Jakarta akan terus menggelar pasar murah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk intervensi jika terjadi kenaikan harga atau gejolak di pasar.
Kendati demikian, Pramono menyebutkan, ada dua komoditas yang perlu diwaspadai karena sering mengalami kenaikan harga, yaitu minyak goreng dan cabai. “Yang utama minyak sebenarnya. Jadi yang biasa naik itu minyak sama cabai. Jadi dua komoditas itu yang selalu mengalami kenaikan. Salah satu inflasi yang ada adalah minyak dan cabai,” ungkap Pramono.
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan mendorong kegiatan menanam cabai, meski lahan di Jakarta terbatas. “Walaupun Jakarta wilayahnya terbatas, kegiatan menanam cabai tetap akan kami dorong,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kendalikan Harga
Di sisi lain, epemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mengendalikan harga-harga bahan pokok agar tidak mengalami kenaikan menjelang Imlek dan puasa. Terkait hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, telah memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengendalikan dan menjaga harga-harga bahan pokok agar tidak naik.
“Yang pertama adalah monitoring rutin ketersediaan harga pangan. Baik itu beras, daging, maupun LPG 3 kilogram. Kita juga akan tetap menerapkan apa yang dimiliki oleh Pemda DKI Jakarta mengenai ‘early warning system’ terhadap harga-harga,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Pramono akan melakukan pengawasan keamanan terhadap ketersediaan pangan. Adapun ketersediaan pangan untuk hari-hari besar seperti Imlek, Nyepi, puasa dan Idul Fitri di Jakarta saat ini dalam kondisi yang aman karena cadangannya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kemudian juga untuk subsidi pangan, kami melihat bahwa hampir semua komoditas di Jakarta sekarang ini relatif terkontrol dengan baik,” ungkap Pramono.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan, menjelang Imlek dan puasa, ketersediaan pangan di Jakarta terpantau dalam kondisi cukup meskipun terdapat kenaikan kebutuhan pangan.
“Peningkatan kebutuhan pangan dengan persentase terbesar terjadi pada komoditas telur ayam sebanyak 7,50 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen dan bawang putih 3,57 persen,” katanya.
Hasudungan menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam penyediaan bahan pangan adalah melalui pelaksanaan kegiatan pangan murah keliling yang dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan Provinsi DKI Jakarta.
Dengan demikian diharapkan hal tersebut dapat mempermudah akses pangan masyarakat dengan harga terjangkau.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!