- Home
-
- Luar Negeri
-
- Singapura Peringkat Ketiga...
Singapura Peringkat Ketiga Negara Paling Bersih dari Korupsi Dunia pada 2025
Rabu, 11 Feb 2026, 01:00 WIBSINGAPURA - Singapura menempati peringkat ketiga negara paling bersih dari korupsi di dunia untuk tahun kedua berturut-turut pada 2025, menurut Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perceptions Index/TI-CPI) yang dirilis lembaga antikorupsi Transparency International.
Dikutip dari Channel NewsAsia pada Selasa (10/2), Singapura juga kembali menjadi yang terbaik di kawasan Asia Pasifik dalam indeks tersebut untuk tahun kedua berturut-turut, dengan mempertahankan skor 84 poin.
Singapura tetap menjadi satu-satunya negara di Asia yang secara konsisten masuk dalam 10 besar sejak indeks ini pertama kali diterbitkan pada 1995.
Sebelumnya, Singapura berada di peringkat kelima pada 2022 dan 2023, peringkat keempat pada 2019 dan 2021, serta menempati posisi ketiga pada 2024, 2018, dan 2020.
Indeks ini menilai 182 negara dan wilayah berdasarkan tingkat persepsi korupsi di sektor publik. Penilaian dilakukan dengan skala 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih). Indeks TI-CPI 2025 disusun berdasarkan 13 penilaian para ahli serta survei terhadap pelaku bisnis.
Biro Investigasi Praktik Korupsi (Corrupt Practices Investigation Bureau/CPIB) menyatakan kondisi korupsi di Singapura tetap âterkendali dengan sangat baikâ, dengan jumlah kasus korupsi sektor publik yang rendah, demikian disampaikan dalam siaran pers pada Selasa (10/2).
âSurvei persepsi publik yang dilakukan CPIB menunjukkan dukungan dan tingkat kepercayaan masyarakat yang kuat terhadap upaya pengendalian korupsi di negara ini,â demikian pernyataan CPIB.
CPIB menyebutkan bahwa kinerja Singapura dalam TI-CPI 2025 didukung oleh âperaturan perundang-undangan yang kuat, penegakan hukum yang efektif, serta masyarakat yang waspada dan bersatu dalam komitmen bersama terhadap integritasâ.
âSikap tanpa toleransi terhadap korupsi dan tekad kolektif untuk melakukan hal yang benar tetap menjadi fondasi utama reputasi Singapura sebagai negara yang bersih dan bebas dari korupsi,â tambah CPIB.
CPIB juga menyoroti peringkat teratas Singapura dari 16 negara dan wilayah dalam laporan Political and Economic Risk Consultancy (PERC) 2025 mengenai korupsi di Asia, Amerika Serikat, dan Australia.
Selain itu, Singapura menempati peringkat kedua secara global dari 143 negara serta peringkat pertama di Asia dalam kategori ketiadaan korupsi pada Indeks Supremasi Hukum (Rule of Law Index) 2025 yang dirilis World Justice Project.
Indonesia Jeblok
Indonesia mengalami penurunan peringkat dalam Corruption Perceptions Index (CPI) 2025 yang dirilis Transparency International. Skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 34, turun tiga poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Transparency International mencatat, melemahnya skor dan peringkat Indonesia mencerminkan kekhawatiran terhadap konsistensi komitmen antikorupsi, lemahnya independensi lembaga penegak hukum, serta masih tingginya praktik korupsi yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan iklim investasi. Persepsi negatif ini dinilai turut memengaruhi tingkat kepercayaan publik dan pelaku usaha terhadap tata kelola pemerintahan.
Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menyoroti kecenderungan pemerintahan saat ini yang dinilai membangun ekosistem kekuasaan yang menormalisasi konflik kepentingan, nepotisme, dan patronase. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya penegakan hukum serta kemunduran agenda reformasi antikorupsi.
ICW mencatat, posisi Indonesia turun hingga 10 peringkat hanya dalam satu tahun. Pada 2024, Indonesia berada di peringkat 99, sementara pada 2025 merosot ke posisi 109 dari total 180 negara yang dinilai.
Salah satu indikator CPI yang bersumber dari IMD World Competitiveness Yearbook menunjukkan skor Indonesia terkait prevalensi suap dan korupsi anjlok tajam dari 45 menjadi 26 poin. Penurunan ini mencerminkan rendahnya efektivitas penindakan korupsi serta minimnya efek jera terhadap pelaku.
- Singapura
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
3 Tahun Hiatus, Taeyang BIGBANG Kembali dengan Album Baru "QUINTESSENCE"
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Indonesia Desak Penyelidikan Penuh
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
-
Konflik AS–Israel–Iran Memanas: Rupiah Jadi Korban, Tembus Level Psikologis Rp17 Ribu
-
Lewat Inisiatif Ascott CARES, Citadines Antasari Jakarta Ajak Tamu Rayakan Earth Hour Secara Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.