Lanud Haluoleo Buka Wisata Paralayang di Puncak Indah Kapuh Tiga Kolaka, Dongkrak Sport Tourism.

Senin, 29 Jun 2026, 10:32 WIB

Lanud Haluoleo menghadirkan wisata paralayang di Puncak Indah Kapuh tiga Desa Sani-Sani, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), guna mendongkrak sektor wisata olahraga di daerah itu.

​Komandan Lanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, di Kolaka, Minggu, mengatakan bahwa kehadiran site atau lokasi paralayang di wilayah ini memiliki potensi yang sangat besar dan strategis, baik untuk pengembangan olahraga dirgantara maupun sektor pariwisata daerah.

Ket. Foto: Danlanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto, saat meresmikan site paralayang Desa Sani-Sani, Kolaka, Sulawesi Tenggara. — Sumber: Antara Foto

​"Tempat ini sangat strategis dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Arah anginnya sangat mendukung dari arah timur, begitu juga dengan area pendaratannya yang cukup luas, sehingga sangat aman untuk digunakan latihan," kata Tarmuji usai meninjau lokasi paralayang di Desa Sani-Sani.

​Ia menjelaskan bahwa keberadaan fasilitas baru ini diharapkan mampu memicu minat masyarakat lokal sekaligus melahirkan atlet-atlet olahraga dirgantara yang berprestasi di tingkat nasional.

20260629103202_3c5194ac-e5f9-48cf-8c26-a57eb8102fe3.jpeg

Ia menyebutkan bahwa di Kabupaten Kolaka telah memiliki lima orang atlet paralayang binaan.

​"Salah satu atlet kami, yang kebetulan menjabat sebagai Kepala Desa Sani-Sani, pernah mengikuti kejuaraan di Madiun dan berhasil meraih juara ketiga. Tentunya ini akan terus kita kembangkan ke depan demi memicu minat masyarakat," ujarnya.

Tarmuji mengingatkan pentingnya peningkatan fasilitas infrastruktur di area landasan pacu demi menjamin keselamatan para penerbang, serta penguatan struktur tanah guna mengantisipasi potensi longsor saat musim hujan.

"Saya mengharapkan ke depannya, site ini bisa lebih diperbaharui dan lebih bagus lagi khususnya area take off-nya agar lebih aman," katanya.

​Ia menambahkan, pengembangan kawasan ini memerlukan konsep yang terintegrasi dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pariwisata. Terlebih, Desa Sani-Sani memiliki potensi wisata yang sangat kaya dan beragam.

​"Olahraga dirgantaranya ada, wisatanya ada, dan agro wisatanya juga sangat potensial karena tanaman cengkih cukup banyak di sini. Selain itu, lokasinya dekat dengan laut dan ada juga wahana arung jeram," sebut Tarmuji.

Menurutnya, jika dikembangkan secara terintegrasi, kawasan ini tidak hanya menarik wisatawan tetapi juga mampu menumbuhkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

​Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kolaka, Guntur Suhandoko, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Danlanud Haluoleo atas peresmian tersebut yang dinilai menjadi tonggak baru bagi wisata dirgantara di Kolaka.

Ia menyebutkan bahwa terkait dengan pengembangan dan pembinaan atlet paralayang, nantinya akan dikoordinasikan di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kolaka.

​Guntur menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan fasilitas pendukung, seperti pemasangan paving block, penyediaan MCK, mushola, pemenuhan air bersih, serta perbaikan akses jalan melalui kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

​"Kami akan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk membangun fasilitas pendukung agar ke depan tempat ini betul-betul bisa dinikmati oleh para pengunjung," ujar Guntur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Andi Pangoriseng, menyampaikan bahwa Desa Sani-Sani memiliki keunikan yang jarang dimiliki daerah lain di Sulawesi Tenggara karena memiliki potensi wisata terintegrasi berbasis "Trimatra" (darat, laut, dan udara). Kawasan ini memadukan keindahan pantai, destinasi arung jeram, agrowisata perkebunan cengkih dan cokelat, hingga wisata udara berupa paralayang.

​"Ke depan kami akan berkolaborasi lintas sektor untuk membangun fasilitas amenitas pendukung yang memadai, seperti akses air bersih, MCK, mushala, hingga tempat istirahat atau cottage bagi pengunjung," ucap Andi.

​Untuk memaksimalkan dampak ekonomi lokal, Dinas Pariwisata berencana mengelola kawasan tersebut secara profesional dengan melibatkan komunitas lokal, termasuk menyediakan titik kumpul parkir kendaraan di area bawah, pelibatan komunitas off-road dan ojek motor lokal untuk transportasi menuju puncak, serta penyediaan ruang bagi pelaku UMKM.

  • wisata paralayang

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.