Bank Mandiri Salurkan Rp15,1 Triliun Bansos Sepanjang 2025, Jangkau 7,45 Juta KPM di 123 Daerah
Rabu, 11 Feb 2026, 12:00 WIBJAKARTA - Bank Mandiri menyalurkan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp15,1 triliun sepanjang 2025 kepada lebih dari 7,45 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran tersebut dilakukan di 123 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia melalui Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Langkah ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat perbaikan tingkat ketimpangan nasional. Per September 2025, rasio gini tercatat sebesar 0,363 atau turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025.
Perbaikan tersebut dinilai sebagai dampak positif kebijakan perlindungan sosial pemerintah yang dijalankan secara konsisten. Program Sembako dan PKH menjadi instrumen utama dalam menjaga daya beli sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.
Dalam implementasinya, penyaluran bansos membutuhkan sistem yang terintegrasi dan akurat agar tepat sasaran. Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah memperkuat ekosistem distribusi bantuan agar menjangkau masyarakat secara luas dan efisien.
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran bansos yang terstruktur.
"Kami akan terus mendukung implementasi program-program pemerintah, khususnya yang terkait langsung dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat luas, guna memberikan nilai tambah bagi penguatan ekonomi kerakyatan," ujar Riduan dalam keterangan resminya, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan, koordinasi intensif dilakukan bersama kementerian dan pemangku kepentingan terkait. Proses tersebut mencakup pendataan, pemutakhiran data penerima, hingga distribusi bantuan di berbagai daerah.
"Melalui koordinasi yang erat dengan kementerian dan pemangku kepentingan, Bank Mandiri memastikan setiap tahapan penyaluran berjalan sesuai ketentuan, mulai dari validasi data hingga distribusi di lapangan, sehingga bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran dan tepat waktu," kata Riduan.
Penyaluran bansos yang tepat sasaran dinilai berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat rentan serta memperkuat stabilitas konsumsi rumah tangga. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap akselerasi ekonomi nasional berbasis kerakyatan.
Selain menyalurkan bansos, Bank Mandiri juga mendukung program pemerintah yang mendorong penerima bantuan untuk mandiri secara ekonomi. Pemerintah menargetkan lebih dari 300.000 orang dapat keluar dari daftar penerima bansos pada akhir 2026.
Sebagai bagian dari dukungan tersebut, pada Triwulan IV 2025 Bank Mandiri menggelar sosialisasi bagi penerima bansos yang mulai merintis usaha kecil. Materi yang diberikan meliputi motivasi kewirausahaan, pengelolaan keuangan, hingga penguatan strategi pemasaran.
"Dukungan terhadap program prioritas pemerintah merupakan komitmen berkelanjutan Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah melalui sinergi yang terintegrasi, akselerasi yang bertumbuh, serta penguatan ekosistem BUMN, guna menghadirkan keunggulan berkelanjutan dan memperluas dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," pungkas Riduan.
- Bansos
- Perbankan
- Bansos PKH
- Bank Mandiri
- ekonomi kerakyatan
- Bank Mandiri Taspen
- BMRI
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Call Bebas Pulsa Lewat Livin’ by Mandiri
-
Mandiri Macro and Market Brief 2026
-
Bank Mandiri Bawa Semangat "More Than a Race" Lewat Livin Jakarta Run Road to MJM 2026
-
Hidayat Nur Wahid Ajak Civitas Akademika Perkuat Ilmu untuk Jadi Manusia Unggul
-
Momen Idul Adha 1447 H, Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
-
Playoff Piala Dunia 2026: Slovakia Andalkan Faktor Kandang, Kosovo Bidik Sejarah
-
Bank Mandiri Raih 4 Penghargaan SBSN 2025, Dominasi Pasar Syariah Makin Kuat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.