Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Peringkat Kedua Sektor Farmasi dan Kosmetik Halal, Bersaing Ketat dengan Malaysia dan Arab Saudi

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 14:15 WIB | Oleh:
Indonesia Peringkat Kedua Sektor Farmasi dan Kosmetik Halal, Bersaing Ketat dengan Malaysia dan Arab Saudi Doc: Kemenag
Ket. Sekretaris Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Lubenah.

TANGERANG – Laporan Tahunan Kondisi Ekonomi Islam Global atau State of the Global Islamic Economy Report (SGIE) 2024–2025 menempatkan Indonesia pada peringkat kedua dunia untuk sektor farmasi dan kosmetik halal. Indonesia bersaing ketat dengan Malaysia, Arab Saudi, dan sejumlah negara lainnya.

Sementara untuk sektor makanan halal, Indonesia menempati peringkat keempat. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Lubenah, capaian tersebut menandai posisi strategis Indonesia dalam peta industri halal global. 

“Posisi ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam peta ekonomi halal dunia. Potensi ini harus kita kelola secara serius dan berkelanjutan,” ujar Lubenah saat membuka Sinergitas Konsolidasi dan Kolaborasi Jaminan Produk Halal dan Urusan Agama Islam di Kota Tangerang, Senin (9/2) yang disiarkan laman Kemenag.

Namun, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama menjelang penerapan kewajiban sertifikasi halal secara menyeluruh. Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan bahan baku impor, khususnya kosmetik, yang sebagian besar belum bersertifikat halal. Untuk itu, pengelolaan industri halal secara berkelanjutan harus menjadi perhatian.

“Tantangan ini perlu disikapi secara serius melalui penguatan literasi halal, kebijakan yang tepat, serta sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat,” jelasnya.

Penguatan jaminan produk halal, kata Lubenah, harus dikembangkan agar tidak hanya bersifat administratif atau sekadar pemenuhan regulasi. Lebih dari itu, jaminan produk hala menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat.

“Al-Qur’an telah memberikan landasan yang sangat kuat melalui perintah untuk mengonsumsi yang halal dan thayyib. Halal bukan hanya persoalan boleh atau tidak, tetapi juga menyangkut keberkahan, kebersihan, dan kemaslahatan,” tuturnya.

Lubenah menegaskan, apa yang dikonsumsi dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari akan membentuk karakter individu, masyarakat, bangsa, hingga negara. “Oleh karena itu, jaminan produk halal menjadi instrumen penting dalam mewujudkan kehidupan yang berkah,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.