Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dampak Sungai Tercemar, Distribusi Air Bersih di Tangerang Terhenti

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dampak Sungai Tercemar, Distribusi Air Bersih di Tangerang Terhenti Doc: ANTARA
Ket. Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana memeriksa kondisi Instalasi Pengolahan Air (IPA) dampak kebakaran gudang kimia di Serpong menyebabkan pencemaran di sungai cisadane.

TANGERANG – Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, Banten menyatakan terhentinya distribusi air bersih ke warga karena pihaknya menghentikan sementara seluruh operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) sebagai dampak kebakaran gudang kimia di Serpong yang menyebabkan pencemaran di sungai Cisadane.

"Saat ini pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali," kata Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana dalam keterangannya di Tangerang, Selasa (10/2).

Ia mengatakan kejadian pencemaran air baku sungai Cisadane akibat kebakaran gudang bahan kimia di Serpong Tangerang Selatan.

Pada Senin (9/2) pukul 22.00 WIB, air baku sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah seluruh IPA Perumda TB stop operasi," katanya.

Kemudian, pukul 22.30 WIB, Perumda TB berkoordinasi ke pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu nomor 9 dan nomor 10 dengan tujuan limbah terbuang ke laut. Hasil pemantauan di lapangan, pada pukul 00.00 WIB air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau.

"Kualitas air terus kami pantau secara fisika dan kimia per 30 menit. Pada pukul 05.00 air baku membaik dan IPA Perumda TB bertahap kami operasikan," ujarnya.

Perumda Tirta Benteng menegaskan seluruh air yang kini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia.

“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar, baik secara fisika maupun kimia,” ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Polsek Pasar Minggu Kenalka...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.