Cegah Keracunan, SPPG Harus Periksa Bahan Baku

Selasa, 10 Feb 2026, 03:15 WIB

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta para pengawas gizi, pengawas keuangan, asisten lapangan, serta seluruh tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memeriksa bahan baku sebelum dimasak di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah terjadinya keracunan dan masalah lainnya.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan hal tersebut untuk memastikan makanan yang diterima penerima manfaat dalam kondisi layak dan aman untuk mencegah terjadinya insiden keamanan pangan.

Ket. Foto: Seorang petugas SPPG sedang menunjukkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur. — Sumber: Antara

“Jika sejak awal sudah terlihat tanda-tanda bahan tidak layak, seperti ayam yang tidak sehat, sayuran yang tidak segar, atau tahu yang kualitasnya buruk, segera kembalikan kepada mitra,” ujar Nanik dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (9/2).

Nanik mengingatkan agar para pengawas gizi dan keuangan menolak segala bentuk intervensi dari mitra SPPG terhadap operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama jika intervensi tersebut menyangkut perubahan menu yang telah disusun oleh pengawas gizi.

Ia mengemukakan intervensi kerap dilakukan dengan dalih bahwa para pengawas gizi masih junior, kurang berpengalaman, dan tidak memahami harga pangan.

Ia menilai, intervensi tersebut berpotensi mendorong penggunaan bahan baku berkualitas rendah demi keuntungan yang lebih besar. “Ini yang menjadi awal terjadinya keracunan, karena pemilihan bahan baku yang tidak sesuai,” ucap Nanik.

Para pengawas gizi dan koki juga diminta memahami cara penanganan bahan makanan serta petunjuk teknis penggunaan peralatan dapur insiden keamanan pangan akibat kesalahan penanganan bahan atau penggunaan alat yang tidak sesuai standar.

Nanik mencontohkan insiden di Magelang, di mana ayam disimpan dalam pendingin dengan suhu 19 derajat Celsius. Kondisi tersebut menyebabkan berkembangnya bakteri salmonella dan berujung pada kasus keracunan yang dialami sekitar 200 orang.

Situasi serupa juga terjadi di salah satu SPPG di Boyolali, yang pekan lalu mengalami insiden keamanan pangan. Dalam kasus tersebut, mitra SPPG diketahui hanya menyediakan pendingin dan kulkas bekas dalam kondisi tidak layak.

Oleh karena itu, Nanik meminta para koki yang lebih memahami kondisi peralatan, untuk segera melaporkan kepada kepala SPPG agar meminta penggantian alat kepada mitra. Ant/S-2

  • SPPG

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.