Presiden Prabowo Siapkan Investasi Besar bagi Sektor Ekonomi Kelautan

Minggu, 10 Mei 2026, 15:50 WIB

GORONTALO - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan melakukan investasi besar pada sektor ekonomi kelautan Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat sektor perikanan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Dunia sekarang sangat memerlukan ikan protein. Karena itu, pemerintah yang saya pimpin, kita akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5).

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto — Sumber: YouTube Sekretariat Presiden

Presiden mengatakan Indonesia memiliki kekayaan laut yang besar dan perlu dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat nasional. “Kita harus bersyukur, dan kita harus sekarang besar-besaran investasi,” kata Presiden.

Presiden menjelaskan, pengembangan ekonomi biru atau blue economy dimulai dengan memperkuat peran nelayan Indonesia. Pemerintah akan memperluas akses nelayan terhadap sarana dan prasarana perikanan yang memadai.

Presiden menargetkan sebanyak 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih dapat beroperasi sepanjang tahun ini. “Tahun depan, kita akan bangun lagi 1.000 KNMP, dan seterusnya, tiap tahun 1.000, 1.000, 1.000,” ujar Presiden.

Presiden menyebut Indonesia memiliki sekitar 12 ribu desa nelayan yang membutuhkan penguatan fasilitas pendukung sektor perikanan. Karena itu, pemerintah menilai pembangunan kampung nelayan menjadi pekerjaan besar yang harus dijalankan bertahap.

Selain pembangunan kampung nelayan, pemerintah juga akan mendistribusikan bantuan kapal ikan kepada masyarakat nelayan Indonesia. Presiden mengatakan bantuan kapal tersebut akan dikelola melalui koperasi nelayan di berbagai daerah.

“Nanti kita beri kapal. Kapal ada yang kecil, ada yang menengah, dan ada kapal-kapal besar,” ucap Presiden.

Kepala Negara menegaskan pemerintah ingin hasil laut Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat nelayan dalam negeri. Pemerintah juga ingin mengurangi dominasi kapal asing dalam pemanfaatan sumber daya laut nasional. ils/I-1

  • Presiden Prabowo Subianto
  • Ekonomi Kelautan

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Pemkot Bandung Siapkan 220 Titik Pengolahan Sampah demi Capai Targetkan Pengurangan Sampah hingga 250 Ton per Hari

Stadion Bertaraf Internasional Dibangun, Kalsel Kejar Lompatan Ekonomi

Harga Ayam Peternak Naik Jadi Rp19.500! Kementan Kasih Tenggat 15 Juli, Satgas Pangan Polri Siap Turun

Surplus 72 Bulan Berakhir! Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026 Jadi Sinyal Waspada Ekonomi

Nggak Pake Plester Lama! Sekolah Rakyat Sumedang Dikebut Pakai Trik Ini Biar Keburu Tahun Ajaran Baru

Kebutuhan Dana Rp1.064 Triliun, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Skema Pembiayaan Inovatif

Libur Sekolah, Disparekraf Kendari Tambah Wahana Bermain Anak di Pantai Nambo.

Presiden Prabowo Ingatkan Polri Jadi Penjaga Demokrasi dan Lindungi Kebebasan Berpendapat.

HUT Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Presiden Prabowo Saksikan Atraksi Spektakuler Polri.

Kalimantan Selatan Bangun Stadion Bertaraf Internasional, Ditarget Rampung pada 2028.

Penempatan Dana Kas Negara Rp281 Triliun di Himbara Tuai Sorotan, Pakar Minta Pengawasan Ketat

Jangan Kaget! Mulai Agustus, Transaksi di Marketplace Kena Skema Pajak Baru

Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Amankan Penimbunan Balok Timah, Pengawasan Tata Kelola Diperketat.

Inflasi Juni Memanas! Harga Bensin dan Tiket Pesawat Jadi Biang Kerok

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan FSC Menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Strategis untuk Mendorong Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.

DJP: Kebijakan Pajak Lokapasar Bukan Jenis Pajak Baru

HUT Bhayangkara, Polri Diminta Semakin Adil dan Tak Pandang Bulu dalam Penegakan Hukum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.