Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI Siapkan Uang layak Edar Jangkau 3T Papua

Selasa, 04 Agu 2026, 16:30 WIB

JAYAPURA – Pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat mencerminkan upaya memperkuat kedaulatan ekonomi melalui pemerataan distribusi uang layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Program ini tidak hanya menjamin kelancaran transaksi masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Ket. Foto: Foto bersama usai pelaksanaan ERB 2026 bertempat Kota Jayapura, Papua, Selasa (4/7). — Sumber: ANTARA/HO- Lantamal X Jayapura.

Di sisi lain, ekspedisi ini turut mendorong inklusi keuangan dan mendukung aktivitas ekonomi lokal agar tetap berjalan optimal di daerah yang akses layanan perbankannya masih terbatas.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua menyiapkan uang layak edar senilai Rp20 miliar dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Papua 2026 yang akan menjangkau lima pulau di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Warsono di Jayapura, Selasa (4/8), mengatakan kegiatan tersebut bakal berlangsung dari 4-10 Agustus 2026.

"Kegiatan ERB merupakan hasil sinergi BI dengan TNI Angkatan Laut untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses terhadap uang rupiah layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional," katanya.

Menurut Warsono, ERB bukan sekadar mendistribusikan uang layak edar, tetapi juga menghadirkan negara melalui rupiah di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil.

"Untuk itu pada ERB 2026 kami menyiapkan uang tunai sebesar Rp20 miliar pada pelaksanaan ERB tahun ini atau meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp14,8 miliar," ujarnya.

Dia menjelaskan pada pelaksanaan ERB selain memberikan layanan penukaran uang tidak layak edar dan distribusi uang baru, tim tersebut juga akan mengedukasi masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah agar semakin memahami fungsi rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

"Kehadiran rupiah hingga ke pulau-pulau terluar menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran transaksi ekonomi masyarakat sekaligus mempertegas kedaulatan Indonesia di wilayah perbatasan," katanya lagi.

Dia menambahkan ERB 2026 menggunakan KRI Mata Bongsang-873 untuk mengunjungi Pulau Pai, Pulau Owi, Pulau Numfoor, Pulau Bepondi, dan Pulau Yapen.

Sementara itu, Komandan Kodaerahal X Jayapura Mayjen TNI (Mar) Sugianto mengatakan TNI Angkatan Laut berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan ERB dengan mengerahkan personel dan unsur kapal perang guna memastikan distribusi rupiah menjangkau seluruh wilayah NKRI, termasuk pulau-pulau terluar.

"Program ERB 2026 sebagai bagian dari komitmen BI dan TNI AL menjaga kedaulatan rupiah hingga beranda terdepan Indonesia," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.