Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bapanas Tugaskan Bulog Ekspor Beras Premium untuk Konsumsi Jamaah Haji Indonesia

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 04:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas Tugaskan Bulog Ekspor Beras Premium untuk Konsumsi Jamaah Haji Indonesia Doc: Antara
Ket. Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Jakarta, Senin (9/2).

Jakarta - Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy memastikan proses ekspor beras untuk kebutuhan haji ke Arab Saudi dapat berjalan lancar sesuai rencana guna mendukung pelayanan kepada jamaah Indonesia.

"Kaitan dengan ekspor beras haji nanti, setelah ada risalah dari rapat pada hari ini, maka Badan Pangan Nasional akan menyiapkan surat penugasan kepada Bulog untuk melakukan ekspor beras haji tersebut," kata Sarwo di Jakarta, Senin (9/2).

Dia menekankan hal itu usai rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Jakarta.

Sarwo menyampaikan pihaknya segera menindaklanjuti dengan penyiapan penugasan kepada Perum Bulog.

Adapun sesuai surat Perum Bulog kepada Bapanas diajukan permohonan penugasan ekspor cadangan beras pemerintah (CBP) dengan skema Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) haji tahun 2026.

Hal itu juga berdasarkan surat Kementerian Haji dan Umrah mengenai kebutuhan beras untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Kebutuhan untuk beras tersebut untuk memenuhi jumlah jamaah total 205.420 orang. Dengan asumsi konsumsi 170 gram nasi per orang per hari maka membutuhkan 2.280 ton beras.

"Standar kualitas beras yang ditetapkan adalah beras premium dengan pecahan 5 persen," kata Sarwo.

Diketahui, pemerintah memastikan akan memasok beras hasil petani dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia. Penugasan penyediaan Beras Haji Nusantara telah disepakati diberikan kepada Perum Bulog.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan ekspor dari stok CBP Perum Bulog yang melimpah harus pula dapat memenuhi konsumsi rakyat Indonesia yang sedang berhaji. Preferensi konsumsi beras pun lebih cocok dengan beras asal negeri sendiri.

"Hari ini kita menyepakati berasnya dari kita. Jadi jamaah haji besok 200 ribu lebih orang, berasnya harus dari kita," terang Zulhas.

"Kita dukung prosesnya. Jamaah lebih suka beras kita, kan pulen. Jadi kita tadi semua mendukung penuh dan memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi," tambah Zulhas.

Harga Diri

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menuturkan langkah pemerintah itu merupakan bagian peneguhan harga diri bangsa Indonesia. Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain, termasuk soal beras untuk jamaah haji.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.