Masalah Utang Whoosh Diklaim Sudah Ada Solusinya, Publik Tunggu Bukti Nyata
Senin, 09 Feb 2026, 19:30 WIBJAKARTA â Pentingnya solusi atas persoalan utang proyek Kereta Cepat Whoosh mencerminkan urgensi menjaga kredibilitas pembiayaan infrastruktur nasional di tengah keterbatasan ruang fiskal.
Tanpa skema penyelesaian yang jelas dan transparan, beban utang berisiko merembet ke keuangan negara sekaligus menekan kepercayaan investor.
Karena itu, penanganan Whoosh perlu ditempatkan dalam kerangka keberlanjutan fiskal dan tata kelola proyek, agar ambisi pembangunan tidak berubah menjadi liabilitas jangka panjang.
Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan masalah pembayaran utang kereta cepat JakartaâBandung Whoosh sudah menemui solusi dan tata laksananya sedang dirumuskan oleh pemerintah.
âSudah, sudah beres kan? Waktu itu Presiden (Prabowo Subianto) sudah bilang. Sudah, sudah beres,â ujar Bobby ketika ditemui setelah menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2).
Bobby menyampaikan, saat ini pemerintah sedang membicarakan tata laksana pembayaran utang tersebut. "Yang terpenting permasalahannya sudah selesai".
âTata laksananya lagi dibicarakan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai,â kata Bobby.
Masalah penyelesaian utang proyek Kereta Cepat JakartaâBandung (KCJB) Whoosh menjadi sorotan publik mengingat beban utang dari proyek itu mencapai Rp116 triliun.
Terkait masalah itu, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran menterinya untuk mencari skema terbaik menyelesaikan masalah utang kereta cepat JakartaâBandung Whoosh, termasuk detail yang terkait dengan angka, dan skenario-skenario penyelesaian utang terbaik yang dapat ditempuh oleh pemerintah.
Perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo kepada jajaran menteri saat rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (29/10/2025) malam.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa upaya restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh masih membutuhkan proses dan waktu.
AHY mengatakan pembahasan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir dan mengambil tanggung jawab untuk memastikan keberlanjutan proyek strategis nasional tersebut.
Ia mengatakan restrukturisasi keuangan Whoosh diperlukan untuk menjaga nilai ekonomi proyek serta mendukung peningkatan konektivitas dan mobilitas masyarakat, sekaligus memastikan keamanan fiskal para pihak yang terlibat.
AHY menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan penyelesaian restrukturisasi keuangan sebelum melangkah ke tahap pengembangan lanjutan proyek kereta cepat ke wilayah lain.
- PT KAI
- Penyelesaian Utang Whoosh
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harum Anjasari, Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Dimakamkan di TPU Cipayung
-
KAI Jadi Inspirasi Layanan Publik, Dinilai Mampu Bersaing dengan Standar Global
-
Mulai Juli, KAI Tanjungkarang Operasikan KA Rajabasa Ekonomi Premium
-
SPKAI: Kecelakaan di Bekasi Timur Jadi Momentum Evaluasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional
-
KAI Percepat Proyek Peron Baru Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian
-
Molto Dorong Perempuan Modern Tampil Percaya Diri Lewat Keharuman Premium
-
Film “Ghost in the Cell” Tembus 2 Juta Penonton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.