Burnham Tantang Starmer Perebutkan Kursi PM

Senin, 22 Jun 2026, 02:55 WIB

LONDON – Seorang menteri senior pada Minggu (21/6) menyatakan bahwa Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sedang merenungkan  soal realitas politik yang dihadapinya akhir pekan ini, di tengah gencarnya laporan media yang menulis bahwa perdana menteri akan mengundurkan diri dalam beberapa hari mendatang.

Hal ini terjadi menyusul kemenangan politisi veteran Partai Buruh dan saingannya, Andy Burnham, dalam pemilihan sela yang krusial pada Jumat (19/6) pekan lalu, yang membuka jalan bagi pria berusia 56 tahun itu untuk menantang Starmer yang sedang terpojok untuk menjadi pemimpin partai dan perdana menteri.

Ket. Foto: PERTIMBANGKAN MUNDUR - PM Inggris, Keir Starmer, saat berbicara dalam sesi wawancara di sela-sela KTT G7 di Thonon-les-Bains, Prancis, pada Rabu (17/6) pekan lalu. Sejumlah media Inggris pada Minggu (21/6) menulis bahwa PM Starmer akan mengundurkan diri dalam beberapa hari mendatang. — Sumber: AFP/ISABEL INFANTES

Jika Starmer benar-benar meninggalkan jabatannya tahun ini, Inggris akan memiliki perdana menteri ketujuh dalam satu dekade, tingkat pergantian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modernnya.

Burnham yang adalah Wali Kota Greater Manchester sejak 2017, telah memperjelas niatnya untuk mencalonkan diri memimpin partai kiri-tengah yang sedang merosot popularitasnya, memperingatkan dalam pidato kemenangannya pada pemilihan sela bahwa partai tersebut memiliki kesempatan terakhir untuk berubah.

Jika berhasil, ia akan menjadi perdana menteri secara otomatis, mengingat Partai Buruh yang berkuasa memiliki mayoritas parlemen yang sangat besar.

Starmer, yang sangat tidak populer di kalangan pemilih menurut jajak pendapat, bersikeras akan melawan setiap upaya untuk menggulingkannya. Namun, kemenangan telak Burnham di daerah pemilihan Makerfield di barat laut Inggris di mana ia hampir menggandakan mayoritas Partai Buruh, telah meningkatkan tekanan internal pada Starmer untuk mengundurkan diri.

Menteri Perdagangan Inggris, Peter Kyle, mengatakan pada Minggu bahwa Starmer sedang meluangkan waktu untuk merenungkan realitas politik, tantangan, dan peluang yang dihadapinya. "Dia telah terlibat dalam percakapan dengan berbagai macam orang," kata Kyle kepada stasiun televisi Sky News setelah melakukan percakapan yang menurutnya terus terang dengan Starmer pada Jumat lalu.

Siap Mundur

Sementara itu surat kabar Observer edisi Minggu memberitakan di halaman depannya bahwa Starmer diperkirakan akan mengundurkan diri pada hari berikutnya, sementara Sunday Telegraph juga melaporkan bahwa ia siap untuk pergi, mengutip sekutu pemimpin Inggris yang sedang menghadapi tekanan tersebut.

Surat kabar The Observer mengatakan Starmer akan menetapkan jadwal pengunduran dirinya dan mencatat bahwa ia telah mengadakan pembicaraan akhir pekan dari Chequers, tempat peristirahatan perdana menteri di pedesaan.

Menteri Luar Negeri Yvette Cooper termasuk di antara para menteri senior yang meminta atasannya untuk mengundurkan diri, lapor Sky News.

Starmer, yang menjabat sejak Juli 2024, telah berupaya mempertahankan kekuasaan selama berbulan-bulan setelah masa jabatannya diwarnai dengan kesalahan langkah, perubahan kebijakan mendadak, skandal, dan pengunduran diri para menteri.

Ia hampir dipaksa mundur pada Maret lalu karena keputusannya yang kurang tepat untuk menunjuk mantan rekan Jeffrey Epstein, Peter Mandelson, sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat.

Kekalahan telak Partai Buruh dalam jajak pendapat lokal dan regional di Inggris, Skotlandia, dan Wales bulan lalu sekali lagi meningkatkan tekanan padanya. Akibat dari hasil jajak pendapat tersebut, anggota parlemen Partai Buruh sebelumnya dari Makerfield mengundurkan diri agar Burnham dapat maju sebagai calon di sana. Setiap kandidat pemimpin Partai Buruh haruslah anggota parlemen.

Burnham, mantan anggota parlemen dan menteri pemerintahan di bawah mantan PM Tony Blair dan Gordon Brown, dijadwalkan akan dilantik kembali ke parlemen pada Senin (22/6).

Berasal dari sayap kiri moderat Partai Buruh, Burnham berhasil memperkuat reputasinya sebagai tokoh paling populer di partai tersebut setelah dengan mudah mengalahkan kandidat dari partai populis sayap kanan garis keras Reform UK dalam pemilihan sela pekan lalu. AFP/I-1

  • Keir Starmer

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.