Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AHY: Infrastruktur Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 04:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
AHY: Infrastruktur Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global Doc: Antara
Ket. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

“Pada tahun 2026, geopolitik tidak lagi hanya dibentuk melalui jalur diplomasi, tetapi mengalir langsung melalui rantai pasok, sistem energi, platform digital, dan jaringan infrastruktur nasional. Ekonomi dan geopolitik kini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari kedaulatan sebuah bangsa,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan geopolitik global saat ini tidak lagi terbatas pada ruang diplomasi dan pertahanan, tetapi telah berdampak langsung terhadap rantai pasok, sistem energi, platform digital, hingga jaringan infrastruktur nasional.

AHY juga menyoroti tantangan perubahan iklim yang kini menjadi bagian dari risiko ekonomi global. Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu dirancang untuk menghadapi kondisi masa depan dan memperkuat daya tahan nasional.

“Dalam geopolitik masa depan, risiko iklim adalah risiko ekonomi. Kita tidak bisa lagi bergantung pada respons yang reaktif. Infrastruktur harus dibangun agar mampu bertahan menghadapi guncangan melalui sistem peringatan dini, perencanaan berbasis risiko, dan desain infrastruktur untuk kondisi masa depan,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, AHY menegaskan pembangunan infrastruktur nasional harus diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, memperkuat konektivitas logistik, serta mendorong pemerataan pertumbuhan antar-wilayah di seluruh Indonesia.

“Di tengah ketidakpastian global, Indonesia harus terus fokus membangun kemandirian. Sejalan dengan Asta Cita dan visi besar Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan, energi, dan air harus diperkuat, sekaligus memastikan infrastruktur menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah sebagai solusi ketimpangan pembangunan,” ujarnya.

Selain memperkuat ketahanan nasional, AHY menegaskan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat proyek-proyek strategis yang kredibel, transparan, dan siap investasi, guna mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Ekonomi
Regulasi Tak Konsisten, Ikl...

4.403 Jiwa Alami Kesulitan Air Bersih

31 menit yang lalu | Ones

Daerah
4.403 Jiwa Alami Kesulitan ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.