Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perjanjian Nuklir dengan Russia Berakhir, Trump Ingin Perjanjian Baru Mencakup Tiongkok

📅 Sabtu, 07 Feb 2026, 08:40 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan perjanjian nuklir antara AS dan Russia, setelah lebih dari setengah abad, berada pada "momen yang genting."

"Pembubaran pencapaian selama beberapa dekade ini terjadi pada waktu yang paling buruk -- risiko penggunaan senjata nuklir berada pada titik tertinggi dalam beberapa dekade," kata Guterres, setelah Russia menyarankan penggunaan senjata nuklir taktis di awal perang Ukraina.

Seorang pejabat NATO, yang berbicara dengan syarat anonim, menyerukan "pengekangan dan tanggung jawab" dan mengatakan bahwa aliansi militer pimpinan AS "akan terus mengambil langkah-langkah yang diperlukan" untuk memastikan pertahanannya.

Pejabat itu mengecam "retorika nuklir Rusia yang tidak bertanggung jawab."

Tiongkok Menolak Tekanan

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa pengendalian senjata "tidak mungkin" dilakukan tanpa melibatkan Tiongkok.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada hari Kamis menyatakan penyesalan atas kegagalan Perjanjian New START, tetapi mengatakan Beijing "tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi perlucutan senjata nuklir pada tahap ini." 

"Kemampuan nuklir Tiongkok berada pada skala yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan Amerika Serikat dan Russia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian dalam konferensi pers.

Russia dan AS bersama-sama mengendalikan lebih dari 80 persen hulu ledak nuklir dunia.

Menurut Stockholm International Peace Research Institute, persenjataan nuklir Tiongkok tumbuh lebih cepat daripada negara mana pun, dengan penambahan sekitar 100 hulu ledak baru setiap tahun sejak 2023 .

Menurut Lembaga tersebut, Tiongkok diperkirakan memiliki setidaknya 600 hulu ledak nuklir—jauh di bawah batas 1.500 hulu ledak yang ditetapkan untuk Russia dan Amerika Serikat berdasarkan perjanjian New START.

Prancis dan Inggris, sekutu AS yang terikat perjanjian, bersama-sama memiliki 100 lainnya.

Daryl Kimball, direktur eksekutif Arms Control Association, yang memperingatkan tentang risiko nuklir, setuju bahwa Tiongkok  harus terlibat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.