Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dubes Pakistan di Jakarta Soroti Resolusi PBB Terkait Isu Kashmir yang Belum Terselesaikan

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 00:45 WIB | Oleh:
Dubes Pakistan di Jakarta Soroti Resolusi PBB Terkait Isu Kashmir yang Belum Terselesaikan Doc: ANTARA/Asri Mayang Sari
Ket. Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri pada acara Hari Solidaritas Kashmir yang digelar Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Kamis (5/2).

JAKARTA - Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menyayangkan bahwa isu Kashmir yang sudah berlangsung selama tujuh dekade hingga kini masih belum terselesaikan.

"Sangat disayangkan isu Kashmir yang sudah berlangsung selama 70 tahun masih belum menemukan solusinya. Ini menjadi tugas besar bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menyelesaikannya," kata Dubes Chaudhri pada acara Hari Solidaritas Kashmir yang digelar Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Kamis.

Dubes mengatakan Kashmir bukan hanya sekadar tanah, sumber air krusial atau posisi strategis, tetapi Khasmir adalah tentang rakyat Khasmir. "Bagi Pakistan, Kashmir adalah tentang orang-orang Kashmir itu sendiri," ucapnya.

Menurut Chaudhri, setiap kali Pakistan akan menyelesaikan isu Kashmir, India selalu mengganggu baik melalui PBB maupun resolusi.

Ia menambahkan bahwa penyelesaian isu Kashmir juga memiliki dimensi dari Asia dan Asia tenggara, oleh karenanya ia percaya bahwa keterlibatan Asia Tenggara dapat membantu menyelesaikan isu Kashmir.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, melalui pesannya yang dibacakan pada acara tersebut mengatakan sengketa Jammu dan Kashmir masih menjadi salah satu sengketa tertua yang belum terselesaikan dalam agenda PBB.

Ia menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun, sejumlah resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB telah menetapkan status sengketa wilayah Jammu dan Kashmir seraya memutuskan bahwa penyelesaian akhirnya harus dilakukan sesuai dengan kehendak rakyat Kashmir, yang diungkapkan melalui plebisit yang adil dan tidak memihak.

"Namun, selama hampir delapan dekade, hak fundamental rakyat Kashmir terhalang oleh penolakan keras India," katanya.

PM mengaku menjadi pendukung kuat hak penentuan nasib sendiri rakyat Kashmir di setiap forum internasional termasuk di Majelis Umum PBB.

"Pada Hari Solidaritas Kashmir, Pakistan menegaskan dukungan moral, diplomatik, dan politik penuh bagi perjuangan rakyat Kashmir hingga mereka memperoleh hak penentuan nasib sendiri melalui plebisit yang bebas dan tidak memihak, sebagaimana dijanjikan kepada mereka di bawah naungan PBB," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.