Bandara Lombok Siaga Virus Nipah, Penumpang Disaring Ketat Pakai Thermal Scanner

Jumat, 06 Feb 2026, 17:50 WIB

JAKARTA - Pengawasan kesehatan di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), diperketat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuknya Virus Nipah. Penguatan pengawasan ini dilakukan menyusul meningkatnya laporan penularan Virus Nipah di sejumlah negara dalam beberapa waktu terakhir.

Seluruh penumpang yang tiba di Bandara Lombok, baik melalui penerbangan domestik maupun internasional, kini menjadi sasaran skrining kesehatan yang lebih ketat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan potensi penularan penyakit dapat dideteksi sejak dini sebelum menyebar ke masyarakat luas.

Ket. Foto: Ilustrasi: Pengawasan kesehatan di Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), diperketat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi masuknya Virus Nipah. — Sumber: Pexels

Sebagai bagian dari upaya deteksi awal, pengelola bandara telah mengoperasikan dua unit thermal scanner. Perangkat pemindai suhu tubuh tersebut ditempatkan masing-masing di area kedatangan domestik dan internasional.

Thermal scanner digunakan untuk memantau suhu tubuh setiap penumpang yang baru tiba. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram sebagai otoritas kesehatan yang bertanggung jawab dalam pengawasan penyakit menular di pintu masuk negara.

Khusus bagi penumpang internasional, pengawasan kesehatan tidak hanya mengandalkan pemindaian suhu tubuh. Penumpang juga diwajibkan mengisi All Indonesia-SATUSEHAT Health Pass, sebuah sistem pelaporan digital yang mencatat data kesehatan dan riwayat perjalanan.

Aplikasi SATUSEHAT Health Pass berfungsi sebagai alat bantu pelacakan risiko kesehatan. Data yang diinput oleh penumpang dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi paparan penyakit menular, termasuk Virus Nipah, secara lebih cepat dan terintegrasi.

General Manager Bandara Internasional Lombok, Aidhil Philip Julian, mengatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Menurutnya, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi ancaman penyakit lintas negara.

"Kami senantiasa berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya Virus Nipah," ujar Aidhil dalam keterangannya.

Aidhil menjelaskan bahwa sistem pengawasan kesehatan di Bandara Lombok sebenarnya telah diterapkan secara ketat sejak pandemi Covid-19. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem pengawasan terhadap ancaman penyakit baru.

"Sejak pandemi Covid-19, pengawasan terhadap penumpang pesawat sudah dilakukan secara berlapis. Dengan adanya perkembangan informasi terkait Virus Nipah, pengawasan tersebut kembali kami perkuat sebagai langkah kewaspadaan dini," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan pengawasan ini bersifat preventif. Tujuannya adalah mencegah potensi penyebaran Virus Nipah sejak dari pintu masuk utama wilayah Nusa Tenggara Barat.

"Penguatan pengawasan ini agar potensi penyebaran Virus Nipah dapat dicegah sejak awal. Bandara Lombok merupakan gerbang utama masuknya pelaku perjalanan ke NTB melalui jalur udara," katanya.

Lebih lanjut, Aidhil menyoroti keberadaan rute penerbangan internasional yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi. Oleh karena itu, pengawasan terhadap penumpang dari luar negeri menjadi perhatian khusus.

"Bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan, kami terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan, terutama terhadap penumpang yang datang dari luar negeri," pungkasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.