Jakarta Gawat! 349 Ribu Orang Nganggur, Pekerja Full-Time Justru Tumbang Massal di Akhir 2025
📅 Kamis, 05 Feb 2026, 20:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat tren kenaikan angka pengangguran di Ibu Kota yang kini mencapai 349.000 orang pada November 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode Agustus 2025 yang berada di angka 330.000 orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang terkerek naik menjadi 6,31 persen.
Kondisi ini mencerminkan tantangan besar bagi pasar tenaga kerja Jakarta di tengah peningkatan jumlah angkatan kerja yang mencapai 5,53 juta orang.
"Tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6,31 persen pada November 2025, meningkat 0,26 persen dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 6,05 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Kamis.
Menurut jenis kelamin, baik TPT laki-laki maupun perempuan mengalami peningkatan. TPT laki-laki pada November 2025 tercatat sebesar 6,9 persen atau naik dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat sebesar 6,21 persen.
Sedangkan TPT perempuan sebesar 5,43 persen, yang juga meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 5,79 persen.
Adapun jumlah penduduk yang bekerja pada November 2025 mencapai 5,18 juta orang atau meningkat sekitar 48,6 ribu orang dibandingkan Agustus 2025. Angka ini lebih banyak dibandingkan jumlah angkatan kerja yang mencapai 5,53 juta orang.
Sementara itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) di DKI Jakarta pada November tahun 2025 sebesar 65,47 persen, meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 64,75 persen.
"Peningkatan angkatan kerja ini belum diimbangi penciptaan lapangan kerja untuk yang bersifat pekerja penuh," kata Kadarmanto.
BPS DKI mencatat peningkatan penyerapan tenaga kerja terjadi pada pekerja paruh waktu atau pekerja kurang dari 35 jam dan tidak sedang mencari pekerjaan, kemudian setengah pengangguran atau yang bekerja kurang dari 35 jam, dan masih mencari pekerjaan.
Sementara jumlah pekerja penuh atau yang bekerja lebih dari 35 jam mengalami penurunan.
Jumlah pekerja paruh waktu meningkat sekitar 70 ribu orang menjadi 754 ribu orang, dan setengah pengangguran bertambah sekitar 40 ribu orang menjadi 205 ribu orang. Sedangkan jumlah pekerja penuh tercatat sebanyak 4,22 juta orang atau menurun sekitar 61 ribu orang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!