Mobil Incar ETLE Situbondo Gentayangan Cari Pelanggar, Pengguna Strobo & Knalpot Brong Jadi Sasaran Empuk
📅 Rabu, 04 Feb 2026, 20:49 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Novi Husdinariyanto
SITUBONDO - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Situbondo mulai mengintensifkan penegakan hukum berbasis elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) melalui pemanfaatan Mobil Incar selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Langkah ini diambil guna meningkatkan disiplin pengendara di jalan raya sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan lalu lintas menjelang lonjakan arus mudik pada Operasi Ketupat yang dijadwalkan berlangsung akhir Februari mendatang.
Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Nanang Hendra Irawan di Situbondo, Rabu, mengatakan, personelnya selain sosialisasi kepada pengendara kendaraan bermotor mengenai keselamatan berkendara, juga memanfaatkan Mobil Incar ETLE dalam penegakan hukum pelanggaran lalu lintas.
"Ini sudah memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru, Mobil Incar ETLE juga terus patroli menegakkan hukum bagi pengendara yang melanggar dalam berlalu lintas," kata dia.
Nanang menyampaikan dalam operasi keselamatan ini ada sejumlah pelanggaran prioritas dilakukan penindakan, di antaranya kendaraan pribadi menggunakan sirine, rotator, strobo bukan peruntukannya, knalpot brong, tidak menggunakan helm SNI, kendaraan barang mengangkut orang, balap liar dan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada hari pertama, kata dia, personel Satlantas telah melakukan sosialisasi kepada pengendara kendaraan bermotor dengan membagikan brosur edukatif mengenai keselamatan berlalu lintas.
Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat mengenai pentingnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas).
"Dengan operasi keselamatan ini diharapkan mampu meminimalkan segala potensi gangguan di jalan raya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat pada akhir Februari 2026, dan kami ingin meningkatkan simpati dan kesadaran masyarakat, melalui langkah preventif sejak dini, kami ingin menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib sebelum lonjakan arus mudik terjadi," kata Nanang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Operasi Keselamatan Semeru dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 2-15 Februari 2026, dan personel gabungan akan disiagakan di berbagai titik strategis untuk memantau ketaatan pengendara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!