Laporan Workplace Happiness Index: Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia untuk Bekerja
📅 Selasa, 03 Feb 2026, 17:20 WIB | Oleh: Haryo BronoSementara itu, jika melihat berdasarkan wilayah di Indonesia, Jabodetabek berdiri sebagai wilayah dengan pekerja paling bahagia (87%), berbanding terbalik dengan Wilayah Barat Indonesia yang mencatat angka terendah sebesar 75% dipicu oleh faktor pendapatan dan akses terhadap fasilitas kerja yang lebih memadai di ibu kota, yang secara langsung memperkuat rasa aman dan keseimbangan hidup para pekerjanya.
Ancaman AI dan Realita Burnout
Di balik tingginya angka kebahagiaan, terdapat kekhawatiran yang mengintai terkait perkembangan penggunaan teknologi dengan kehadiran AI. Sebanyak 42% pekerja merasa AI mengancam keamanan pekerjaan mereka, khususnya datang dari mereka yang bekerja di sektor Teknologi.
Sebanyak 43% pekerja juga merasa lelah secara mental (burnt out) atau kehabisan tenaga. Ironisnya, 40% dari mereka yang mengaku "bahagia" ternyata juga merasakan burnout di bawah permukaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Wisnu, pencapaian Indonesia sebagai pemimpin kebahagiaan kerja di Asia Pasifik merupakan cerminan dari optimisme dan budaya positif yang kuat di tanah air. Namun, perusahaan tidak boleh terlena.
“Angka burnout sebesar 43% dan kekhawatiran terhadap AI merupakan 'alarm' bagi para pemberi kerja untuk bertindak proaktif. Kebahagiaan yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika perusahaan mampu menyeimbangkan target bisnis dengan kesejahteraan mental karyawan," jelas Wisnu.
Melalui laporan ini, Jobstreet by Seek mendorong perusahaan untuk fokus pada tiga strategi utama yaitu membangun makna kerja bagi setiap level karyawan, mendukung batasan kehidupan pribadi melalui fleksibilitas, serta mendengarkan kebutuhan spesifik antar-generasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penting bagi perusahaan serta jajaran manajemen untuk menjadi garda terdepan dalam meruntuhkan sekat komunikasi dan menciptakan lingkungan yang inklusif agar kandidat terbaik tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!