Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Laporan Workplace Happiness Index: Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia untuk Bekerja

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 17:20 WIB | Oleh:
Laporan Workplace Happiness Index: Indonesia Jadi Negara Paling Bahagia untuk Bekerja Doc: Jobstreet by Seek
Ket. Ilustrasi tingkat kebahagiaan pekerja. Laporan Workplace Happiness Index Jobstreet by Seek menunjukkan 82% pekerja Indonesia merasa bahagia di tempat kerja, tertinggi di Asia Pasifik. Work-life balance dan makna kerja jadi faktor utama.

JAKARTA - Jobstreet by Seek hari ini merilis laporan eksklusif terbarunya bertajuk “Workplace Happiness Index” yang memberikan pandangan menyeluruh mengenai tingkat kebahagiaan pekerja di kawasan Asia Pasifik, dengan fokus mendalam pada dinamika pasar tenaga kerja Indonesia.

Laporan tersebut disusun berdasarkan survei daring yang dilakukan oleh lembaga riset Nature pada bulan Oktober hingga November 2025. Respondennya berjumlah 1.000 individu dari pasar kerja Indonesia dengan rentang usia 18 hingga 64 tahun.

Hasil utama laporan ini menunjukkan bahwa Indonesia memimpin tingkat kebahagiaan di tempat kerja di kawasan Asia Pasifik. Sebesar 82% responden menyatakan bahwa mereka merasa cukup atau sangat bahagia di tempat kerja.

Angka itu jauh melampaui negara-negara dengan pasar kerja yang lebih kompetitif seperti Hong Kong (47%), Singapura (56%), dan Australia (57%). Selain kebahagiaan umum, sebanyak 86% pekerja Indonesia merasa dihargai dan 75% merasa pekerjaan mereka memberikan kepuasan batin (fulfilling).

Lebih dari Sekadar Gaji

Meskipun gaji yang lebih tinggi tetap menjadi keinginan utama bagi 54% pekerja, data menunjukkan bahwa pendorong kebahagiaan yang sebenarnya adalah keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) dan tujuan kerja (purpose). Elemen spesifik yang paling membuat pekerja Indonesia bahagia meliputi rekan kerja/tim (77%), lokasi tempat kerja (76%), serta tujuan kerja atau perasaan bahwa pekerjaan mereka bermakna (75%).

Namun, laporan ini juga menggarisbawahi tantangan signifikan, di mana tingkat stres (44%) dan tuntutan beban kerja (56%) masih menjadi hal yang membebani para pekerja di Indonesia. Di sisi lain, kepemimpinan senior menjadi faktor ketiga yang paling berpengaruh, namun tingkat kepuasan di area ini baru mencapai 64%, mengindikasikan perlunya perbaikan dalam transparansi dan komunikasi dua arah antara manajemen dan staf.

Acting Managing Director untuk Indonesia dari Jobstreet by Seek Wisnu Dharmawan, mengatakan, gaji yang kompetitif memang penting untuk menarik kandidat, namun kebahagiaan jangka panjang lebih mungkin tercapai ketika karyawan merasa pekerjaan mereka memiliki makna dan mereka memiliki keseimbangan untuk menikmati hidup di luar pekerjaan.

“Pemimpin perusahaan memiliki peran krusial untuk menjembatani kesenjangan ini dengan membina komunikasi yang terbuka dan mengakui pencapaian setiap individu secara lebih transparan," ucapnya melalui siaran pers pada hari Selasa (3/2).

Dinamika “Happiness Gap”

Laporan ini juga mengungkapkan bahwa kebahagiaan di tempat kerja Indonesia bukanlah sebuah angka tunggal yang seragam, melainkan sebuah "happiness gap" yang dipengaruhi oleh tahapan hidup dan lokasi kerja.

Berdasarkan survei, Gen X tampil sebagai kelompok yang paling puas dengan tingkat kebahagiaan mencapai 85%, disusul erat oleh kelompok Milenial sebesar 84%. Bagi generasi yang lebih senior ini, kebahagiaan berakar kuat pada hubungan tim yang solid serta ritme kerja harian yang mereka kuasai.

Sebaliknya, Gen Z yang baru memulai karier justru melaporkan tingkat kebahagiaan terendah di angka 76%. Mereka sering kali merasa kurang dihargai dan kesulitan menghubungkan tugas harian mereka dengan tujuan yang lebih besar, sebuah tantangan nyata bagi perusahaan untuk mulai lebih merangkul aspirasi talenta muda.

Peta kebahagiaan ini juga sangat dipengaruhi oleh lanskap industri dan geografis. Sektor Teknologi tetap menjadi primadona dengan tingkat kebahagiaan tertinggi mencapai 93%, di mana rasa bangga akan tempat kerja dan kejelasan tujuan menjadi penggerak utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.