Buku “Orang-orang Bermata Biru dari Minangkabau”, Karya Pewarta Foto Antara Sumbar Iggoy El Fitra
📅 Minggu, 01 Feb 2026, 11:52 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Pewarta foto Antara Biro Sumatra Barat (Sumbar), Fotra Yogi yang akrab disapa Iggoy El Fitra meluncurkan buku antologi yang berjudul "Orang-orang Bermata Biru dari Minangkabau dan kisah-kisah lainnya".
Peluncuran dilakukan di Pustaka Steva yang berlokasi di Nanggalo, Padang, Sabtu (31/1/2026) malam sebagai ruang kolektif, dihadiri oleh Sekda Kota Padang Andree Algamar., Kepala Biro Antara Sumbar Syarif Abdullah, jurnalis serta para penggiat literasi dan pengamat buku di Padang.
"Buku ini berisi kumpulan feature jurnalistik yang pernah saya buat dan ditayangkan di ANTARA sejak 2009 sampai 2023," kata Iggoy.
Sosok yang pernah menginisiasi organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Padang itu menceritakan penggarapan buku telah berlangsung sekitar enam tahun terhitung sejak 2020.
Di dalam bukunya terdapat tiga puluh lebih tulisan yang mengangkat berbagai peristiwa serta kisah menarik di berbagai wilayah Sumbar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satunya adalah kisah tentang warga yang memiliki mata biru bukan karena genetik atau perkawinan campur, namun karena mengalami Sindrom Waardenburg.
Kisah itu lalu diangkat Iggoy sebagai judul dari bukunya yang memiliki 183 halaman, disajikan dengan gaya penulisan jurnalistik yang menarik, sederhana, mudah dipahami, namun tidak meninggalkan esensi.
Meskipun secara eksplisit buku itu mengangkat judul "Orang-orang Bermata Biru dari Minangkabau dan kisah-kisah lainnya", namun sejatinya di dalam buku tersebut terdapat 30 lebih kisah menarik lain yang patut dibaca.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iggoy mengaku cukup berpuas hati atas peluncuran buku tersebut, karena bagi dirinya buku itu adalah suatu pembuktian bahwa wartawan foto pun bisa menulis, dan tulisan-tulisan itu kini telah dijahit menjadi buku.
"Dengan menulis, pewarta foto bisa melahirkan gagasan-gagasan baru maupun pemikiran di samping menciptakan karya-karya foto," katanya.
Ia mengatakan dengan menulis, pewarta foto bisa tampil ke depan tidak hanya untuk memotret, tapi menyuarakan kebenaran khususnya dalam upaya menaikkan derajat profesinya.
Pada bagian lain, kegiatan peluncuran buku milik Iggoy itu juga dibarengi dengan diskusi yang menghadirkan pembahas yaitu Syarif Abdullah (Kepala Biro Antara Sumbar) dan Yose Hendra (Pemred Langgam.id), dimoderatori oleh Novia Herlina (Ketua AJI Padang).
Syarif Abdullah mengaku turut berbangga atas peluncuran buku dari pewarta foto milik Antara Biro Sumbar itu.
Menurutnya kemampuan menulis kini menjadi suatu kebutuhan di era konvergensi media, sehingga pewarta foto tidak hanya melahirkan karya jurnalistik berupa foto saja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!