Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Iran Tolak Berunding dengan AS

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 02:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Iran Tolak Berunding dengan AS Doc: AFP/ATTA KENARE
Ket. Abbas Araghchi

PARIS – Iran pada Rabu (28/1) menyatakan menolak untuk mengadakan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) jika Washington DC mengancam Teheran, setelah Presiden Donald Trump menolak untuk mengesampingkan intervensi militer atas tindakan keras yang mematikan terhadap para pengunjuk rasa.

Dengan kehadiran armada tempur Angkatan Laut AS yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln yang mengintai di perairan Timur Tengah, para pejabat tinggi Iran juga menghubungi negara-negara Arab utama melalui diplomasi di balik layar untuk menggalang dukungan.

“Trump belum mengesampingkan tindakan militer terhadap Iran sebagai tanggapan atas tindakan keras (terhadap pengunjuk rasa) tersebut,” kata Komando Pusat AS.

Para analis mengatakan opsi yang tersedia termasuk serangan terhadap fasilitas militer atau serangan yang ditargetkan terhadap kepemimpinan di bawah Ayatollah Ali Khamenei dalam upaya skala penuh untuk menjatuhkan sistem yang telah memerintah Iran sejak revolusi Islam 1979 yang menggulingkan shah.

Namun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan melakukan diplomasi melalui ancaman militer tidak akan efektif atau bermanfaat. "Jika mereka ingin negosiasi berjalan lancar, mereka tentu harus mengesampingkan ancaman, tuntutan berlebihan, dan mengangkat isu-isu yang tidak logis," kata Menlu Araghchi.

Araghchi pun mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir bahwa ia tidak melakukan kontak dengan utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan bahwa Iran belum mengajukan negosiasi.

Galang Dukungan

Setelah percakapan telepon pada Selasa (27/1) antara Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dan pemimpin de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, Iran menghubungi negara-negara Arab lain yang bersekutu dengan AS dalam upaya nyata untuk menggalang dukungan.

“Ancaman AS dimaksudkan untuk mengacaukan keamanan di wilayah dan tak akan menghasilkan apapun kecuali ketidakstabilan,” ucap Presiden Pezeshkian saat hubungan telepon dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

"Negara-negara tetangga adalah teman kita, tetapi jika tanah, langit, atau perairan mereka digunakan untuk melawan Iran, mereka akan dianggap sebagai musuh," kata Mohammad Akbarzadeh, wakil politik pasukan Angkatan Laut IRGC, seperti dikutip oleh kantor berita Fars.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa putra mahkota telah berjanji kepada Pezeshkian bahwa Riyadh tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.