Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Saham Panik, Menkeu Klaim Guncangan IHSG Cuma Sementara

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Saham Panik, Menkeu Klaim Guncangan IHSG Cuma Sementara Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak
Ket. Ilustrasi - Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dipicu sentimen laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) bersifat sementara dan tidak mencerminkan fundamental perekonomian nasional.

Menurutnya, tekanan pasar lebih dipengaruhi oleh respons jangka pendek investor terhadap persepsi risiko, bukan perubahan signifikan pada kinerja ekonomi domestik. Pandangan ini menegaskan keyakinan pemerintah bahwa stabilitas makroekonomi, kinerja fiskal, serta prospek pertumbuhan Indonesia tetap terjaga.

Pernyataan Menkeu menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan pasar, sekaligus menekankan pentingnya melihat dinamika pasar modal secara proporsional agar volatilitas tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih luas terhadap sistem keuangan.

Purbaya mengatakan penurunan IHSG dipicu oleh penilaian MSCI terkait isu transparansi pasar saham Indonesia dan rendahnya tingkat floating sejumlah emiten. Laporan tersebut dianggap telah membuka praktik manipulasi harga saham.

"Ini hanya shock sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global gitu," ujar Purbaya ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1).

Menkeu menyebut telah berkomunikasi dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memastikan bahwa seluruh laporan MSCI akan dibereskan sebelum batas waktu tersebut, atau sekitar Mei 2026.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan terkait akan mampu memenuhi persyaratan MSCI dan kembali masuk dalam indeks global.

Ia optimistis IHSG akan segera pulih seiring perbaikan fundamental ekonomi nasional.

Purbaya juga menekankan bahwa saat ini kondisi ekonomi Indonesia berada dalam tren positif berkat sinkronisasi kebijakan fiskal, moneter, dan investasi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6 persen tahun ini dan bisa bertambah lebih cepat.

Dari sisi pendapatan fiskal, pihaknya akan memperbaiki cara pengumpulan pajak dan cukai sehingga hasilnya akan lebih optimal tanpa menaikkan tarif pajak maupun cukai.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga akan mendorong seluruh kementerian/lembaga untuk belanja tepat waktu dan sasaran, serta memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

"Jadi kalau bursa saham jatuh gara-gara itu, dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama sebelum bulan Mei, harusnya sekarang a good time to buy," imbuhnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah seiring reaksi emosional dan aksi panic selling pelaku pasar pasca-pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI)​ terkait dengan prosesreview dan rebalancing saham-saham di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.