Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MRT Jakarta Gandeng Bank Internasional untuk Naming Rights Stasiun Blok A

📅 Selasa, 27 Jan 2026, 20:35 WIB | Oleh:
MRT Jakarta Gandeng Bank Internasional untuk Naming Rights Stasiun Blok A Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan hak penamaan atau naming rights Stasiun Blok A akan dipegang oleh perusahaan perbankan internasional.

JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) memastikan hak penamaan atau naming rights Stasiun Blok A akan dipegang oleh perusahaan perbankan internasional. Kepastian ini disampaikan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat saat doorstop usai kegiatan forum jurnalis di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Tuhiyat mengungkapkan kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi MRT Jakarta dalam mengoptimalkan pendapatan non-tarif sekaligus memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta. Ia menyebut penamaan stasiun berbasis kemitraan komersial menjadi praktik yang lazim diterapkan di banyak kota besar dunia.

"Perbankan, tapi internasional, bukan lokal dan harusnya bisalah kalian tebak" kata Tuhiyat.

Ia juga menambahkan identitas mitra masih belum diumumkan secara resmi ke publik karena proses seremoni belum dilaksanakan. Menurutnya, pengumuman resmi akan dilakukan bersamaan dengan agenda peluncuran kerja sama tersebut.

Meski belum menyebutkan nama perusahaan secara eksplisit, Tuhiyat memastikan kerja sama ini sudah masuk tahap finalisasi. Ia menilai skema naming rights tidak hanya berdampak pada pendapatan perusahaan, tetapi juga memperkuat citra kawasan stasiun sebagai simpul transportasi modern.

"Yang jelas, ini bagian dari upaya kami memperluas kolaborasi dan meningkatkan nilai kawasan stasiun," ucapnya.

Selain Blok A, MRT Jakarta juga tengah menyiapkan skema hak penamaan untuk kawasan transit terpadu lainnya, termasuk area Blok M Hub, meski belum menjadi fokus utama dalam tahap saat ini. Tuhiyat menyebut prosesnya masih berjalan dan akan diumumkan terpisah.

"Untuk kawasan Blok M Hub juga ada pembicaraan terkait hak penamaan, tapi seremoni resminya belum. Nanti akan disampaikan kalau sudah waktunya," katanya.

Menurut Tuhiyat, pemanfaatan hak penamaan stasiun merupakan bagian dari strategi jangka panjang MRT Jakarta untuk memperkuat kemandirian pembiayaan operasional. Ia menilai kontribusi mitra swasta sangat penting agar beban subsidi pemerintah daerah dapat ditekan secara bertahap.

"Kami terus cari skema inovatif supaya MRT bisa lebih mandiri. Salah satunya lewat kolaborasi komersial seperti ini," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama naming rights tidak akan mengganggu fungsi utama stasiun sebagai fasilitas publik. Menurutnya, aspek pelayanan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama MRT Jakarta.

"Yang utama tetap pelayanan. Nama boleh berubah, tapi fungsi dan standar pelayanan ke penumpang harus tetap maksimal," ucap Tuhiyat.

Ke depan, MRT Jakarta membuka peluang kerja sama serupa dengan berbagai sektor lain selama sejalan dengan visi pengembangan transportasi publik dan kawasan berbasis transit. Tuhiyat berharap model kemitraan ini bisa menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing MRT Jakarta di level regional.

"Intinya, kita ingin MRT makin kuat secara bisnis, tapi tetap fokus ke layanan publik," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

50 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.