- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tujuh Nyawa Melayang Usai ...
Tujuh Nyawa Melayang Usai Badai Salju Dahsyat Hantam AS
Senin, 26 Jan 2026, 16:02 WIBMOSKOW - Sedikitnya tujuh orang tewas di Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir akibat suhu beku dan badai musim dingin, lapor CNN, di tengah meluasnya badai salju lebat dan es berbahaya di sebagian besar wilayah selatan dan timur negara itu.
CNN menyusun data korban jiwa terkait cuaca itu dari pernyataan resmi sejumlah negara bagian menyusul peningkatan peringatan keselamatan dan pembatasan aktivitas publik akibat kondisi jalan licin dan gangguan layanan dasar.
Wali Kota Austin, Texas, Kirk Watson mengatakan satu orang meninggal dunia akibat badai, tanpa merinci identitas korban, ketika kota tersebut mengalami suhu ekstrem, hujan es, dan gangguan lalu lintas di sejumlah ruas utama.
Di Louisiana, dua orang meninggal akibat hipotermia selama akhir pekan, CNN melaporkan dengan mengutip data dari departemen kesehatan negara bagian, setelah suhu turun tajam dan pasokan listrik sempat terganggu di beberapa daerah.
Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) memperkirakan salju lebat dan lapisan es berbahaya akan meluas dari Texas bagian timur hingga North Carolina, meningkatkan risiko kecelakaan, pemadaman listrik, serta penutupan jalan dan bandara.
NWS juga memperingatkan kombinasi salju, hujan beku, dan angin kencang dapat memperburuk kondisi darurat, terutama di wilayah selatan yang jarang mengalami cuaca musim dingin ekstrem dan memiliki kesiapan infrastruktur terbatas.
Sedikitnya 21 negara bagian telah menetapkan status darurat, memberi kewenangan tambahan kepada pemerintah lokal untuk menutup fasilitas umum, mengerahkan sumber daya, dan meminta bantuan federal bila diperlukan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut hujan salju tersebut sebagai âbersejarahâ.
Sebelumnya, lebih dari 130.000 rumah di AS telah mengalami pemadaman listrik hingga Sabtu (24/1) malam akibat badai salju, ungkap data Poweroutage Tracker.
Jumlah pemadaman listrik terbanyak tercatat di Texas dan Louisiana. Lebih dari 100.000 ribu rumah di kedua negara bagian itu mengalami pemadaman. Ant/Sputnik/RIA Novosti
Berita Terkait:
-
New York Knicks Tundukkan Brooklyn Nets 113-100
-
Pemerintah Pastikan Tidak Ada Relaksasi Pembangunan PLTU Baru
-
Pemkab Kabupaten Minahasa Utara Perluas Transaksi Nontunai untuk Tingkatkan Transparansi Keuangan
-
Musim Dingin Ekstrem Tekan Ekonomi Global, Dampak Perubahan Iklim Kian Nyata
-
Pacu Gairah Wisata dan Ekonomi Rakyat, Presiden Prabowo Resmikan Jembatan Kabanaran yang Hubungkan Kulonprogo-Bantul
-
Jelang Imlek, Ekspor Manggis Bali ke Tiongkok Melonjak Tajam
-
Polda Sulut Sebut Penerimaan Calon Bintara Brimob Bersih-Transparan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.