Alwi: Juara Indonesia Masters Bukan Garis Akhir
Senin, 26 Jan 2026, 06:50 WIBJAKARTA - Keberhasilan tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, menjuarai Indonesia Masters 2026 bukan garis akhir. Malahan ini dianggapnya pijakan awal menuju target yang lebih besar level dunia lain. Pebulu tangkis muda Indonesia itu menegaskan bahwa gelar BWF World Tour Super 500 yang diraihnya di Istora Senayan menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar pencapaian sesaat.
Alwi juara Indonesia Masters 2026 setelah menang atas wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul dua gim langsung 21-5, 21-6. Ini merupakan gelar BWF Super 500 pertama atlet 20 tahun itu. Di luar dugaan Alwi bisa menang mudah. Padahal Teeraratsakul mengalahkan banyak pemain top dunia seperti pemain Singapura Loh Kean Yew 21-17 dan 21-17.
Gelar tersebut diraih Alwi setelah melewati perjalanan panjang penuh perjuangan, kegagalan, dan proses pendewasaan mental. Usai laga final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1), pemain berusia 20 tahun itu menegaskan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada keberanian untuk bangkit dan terus maju menghadapi tantangan apa pun.
âStruggle, jatuh bangun, semangat, dan tabrak saja apa pun yang ada di depan. Siapa pun lawannya, kita bisa belajar dari mereka,â ujar Alwi. Dia juga menekankan pentingnya kerendahan hati dalam menjalani karier. Menurut Alwi, pembelajaran harus datang dari segala arah, baik dari mereka yang berada di atas maupun dari perjalanan hidup yang telah dilewati.
âKita perlu lihat ke atas untuk belajar. Kita juga perlu lihat ke bawah untuk tahu dari mana berasal. Do your best every day, keep humble, and let God do the rest,â ucapnya. Alwi mengaku kedewasaan mental dan kepercayaan diri bukan hasil latihan khusus untuk tampil di depan publik, melainkan buah dari pengalaman hidup dan proses panjang di dunia bulu tangkis.
Terkait langkah berikutnya, Alwi memastikan telah menyusun peta karier dan target yang jelas untuk mengejar prestasi lebih tinggi, di turnamen-turnamen besar dunia. âSaya sudah punya goals dan target-target yang harus saya jalani ke depan,â ujarnya.
Dalam perjalanannya, Alwi tak menutup mata terhadap peran besar pelatih Indra Wijaya. Ia menyebut sang pelatih sebagai figur ayah yang mendampinginya setiap hari di Pelatnas. âCoach Indra sudah seperti bapak. Kami lebih sering bertemu dibanding saya bertemu orang tua. Walaupun tidak ada hubungan darah, hati dan pikiran kami selalu bersama,â tandas Alwi.
Dia menggambarkan Indra Wijaya sebagai sosok yang tegas, peduli, rendah hati, serta berperan besar dalam membangun mental bertandingnya. Selain itu, dukungan psikolog olahraga juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan taktik dan emosi di lapangan.
Di sisi lain, Indonesia gagal menambah gelar dari sektor ganda putra. Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari unggulan keempat asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dengan skor 19-21, 13-21 di final Indonesia Masters 2026.
Meski gagal juara, Raymond/Joaquin menunjukkan potensi besar. Dalam perjalanan menuju final, pasangan peringkat ke-23 dunia itu sukses menyingkirkan sejumlah pasangan unggulan dan memberi harapan baru bagi sektor ganda putra Indonesia. ben/G-1
- Indonesia Master 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Semifinal Indonesia Masters Ini Jadi Pengalaman Pertama Jafar/Felisha
-
Pemain-pemain Top Belum Terbendung di Wuhan
-
Rahasia Sonar Kelelawar dan Paus Bergigi yang Mengejutkan
-
Malioboro Uji Coba Full Pedestrian, Wisatawan Nilai Lebih Nyaman dan Sejuk
-
Layanan Pertanahan BP Batam Kini Lebih Cepat dan Aman dengan Teknologi dari Privy
-
Dewa United Banten Unggul atas PSIM Yogyakarta
-
"Coach" Patrick! Formasi Apa yang Kau Pakai, Tiga Bek Atau Empat Bek?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.