Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tanah Datar Kembali Usulkan Pembangunan Sabo Dam yang Rusak Akibat Galodo

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 15:26 WIB | Oleh:
Tanah Datar Kembali Usulkan Pembangunan Sabo Dam yang Rusak Akibat Galodo Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Seorang warga berjalan di kawasan sabo dam yang jebol diterjang banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (24/1).

Kabupaten Tanah Datar -- Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengusulkan pembangunan sabo dam yang rusak akibat terjangan banjir bandang (galodo) di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan.  

"Pada 2026 ini Kabupaten Tanah Datar kembali mengusulkan pembangunan sabo dam salah satunya di Jorong Duo Koto, Nagari Guguak Malalo yang rusak akibat banjir bandang," kata Bupati Tanah Datar Eka Putra di Kabupaten Tanah Datar, Minggu. 

Sebelumnya Kabupaten Tanah Datar juga mengusulkan pembangunan tiga sabo dam imbas bencana banjir lahar dingin Gunung Marapi. Pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air ini menelan biaya hingga Rp249 miliar dan segera memasuki pengerjaan. 

Ketiga sabo dam itu akan dibangun di Batang Lona Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Batang Anai, Nagari Singgalang, Kecamatan X Koto dan Batang Pagu-Pagu Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto.  

Eka Putra mengatakan pembangunan sabo dam di Jorong Guguak Malalo sangat penting karena selama ini masyarakat setempat memanfaatkan aliran Batang Malalo sebagai aliran irigasi sawah, serta untuk memenuhi kebutuhan penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas). 

Sementara itu, Wali Nagari (kepala desa) Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Mulyadi mengatakan banjir bandang yang terjadi di akhir November 2025 menyebabkan sabo dam di Jorong Duo Koto jebol. 

Di Nagari Guguak Malalo banjir bandang terjadi di tiga titik dan dibutuhkan pembangunan tiga sabo dam agar bencana serupa tidak kembali terjadi. Khusus di Jorong Duo Koto, saat ini material banjir berupa batu-batuan berukuran besar, kayu dan pasir tertahan masih tertahan di pintu air sehingga dikhawatirkan bisa memicu bencana susulan jika tidak segera diantisipasi.

"Dengan adanya cek dam maka akan sangat bermanfaat sekali karena bisa menahan debit air terutama ketika hujan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.