Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Pagi Kuala Simpang: Bangkit Pelan di Tengah Sisa Banjir

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 22:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ia juga berharap ke depan bencana banjir serupa tidak kembali terjadi, mengingat dampak besar yang dirasakan, mulai dari kerusakan rumah hingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Wais Alkarni pedagang sembako di pasar itu mengaku mulai membuka kios dan berjualan sejak banjir surut, setelah sebagian besar barang dagangan berhasil diselamatkan ke lantai dua kiosnya.

"Kita mulai jualan dari surut banjir, pertengahan Desember (2025) itu udah jualan karena menghabiskan barang, barang-barang yang kena banjir pun habis (terjual) karena tidak ada barang," kata Wais.

Sejumlah barang seperti gula, minyak goreng, telur, dan kacang-kacangan sempat rusak terendam banjir, namun tetap terjual karena pasokan dari Medan terhenti dan masyarakat membutuhkan barang kebutuhan mendesak.

Harga kebutuhan pokok sempat melonjak tajam tiga hari setelah banjir surut akibat kelangkaan barang, sebelum perlahan kembali normal, meski beberapa komoditas seperti minyak goreng masih relatif tinggi.

Menurut Wais, harga telur yang sempat mencapai Rp75 ribu per rak, kini turun ke kisaran Rp50–52 ribu rak, sementara beras justru menurun karena banyaknya bantuan sembako diterima warga.

Menurutnya meski pasar mulai ramai, daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih karena stok bantuan masih tersedia di rumah warga serta akses jalan dari perkampungan menuju kota masih terbatas.

Wais berharap perbaikan infrastruktur jalan segera dipercepat agar distribusi barang lancar, harga stabil, dan aktivitas ekonomi Pasar Aceh Tamiang kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat.

Hendi Hidayat pedagang sayuran mengaku mulai membuka kiosnya sejak surutnya air di dua minggu setelah bencana banjir melanda wilayah itu.

Hendi menjajakan dagangannya mulai cabai cabai merah keriting seharga Rp24 ribu per kilogram, bawang putih Rp38 ribu per kilogram dan berbagai jenis komoditas pangan lainnya.

Selain itu, sejumlah pedagang lainnya juga telah membuka tokonya seperti tokoh pakaian. Lalu kawasan pertokoan yang berada depan pasar itu juga membuka tokonya seperti alat-alat kelistrikan termasuk barang pecah bela

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.