Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agar Tak Kebanjiran Lagi, Warga Rawa Buaya Harus Mau Pindah ke Rusun

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 14:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Agar Tak Kebanjiran Lagi, Warga Rawa Buaya Harus Mau Pindah ke Rusun Doc: ANTARA
Ket. Gubernur DKI Pramono Anung (kanan) bersama Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah (kiri) berbincang dengan warga terdampak banjir di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berpendapat bahwa pindah ke rumah susun (rusun) menjadi solusi jangka menengah bagi warga Kelurahan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat agar terhindar dari banjir di masa mendatang.

"Tidak mungkin hanya pakai pompa memindahkan air. Solusinya jangka menengah mereka harus mau untuk dibangunkan rumah susun dan tempat itu (tinggal lama) kemudian dilakukan perbaikan," kata Pramono di Jakarta, Minggu (25/1).

Menurut dia, jumlah pengungsi di Rawa Buaya paling banyak dibandingkan di wilayah Jakarta lainnya. Saat berkunjung ke lokasi pengungsian warga Rawa Buaya pada Sabtu (24/1), Pramono sudah menawarkan solusi tersebut.

Pada Minggu ini, BPBD DKI mencatat sebanyak 131 kepala keluarga atau 480 jiwa berada di lokasi pengungsian. Sementara banjir di Rawa Buaya sudah surut.

Selain Rawa Buaya, sejumlah wilayah di Jakarta Barat diketahui terdampak banjir cukup parah. Kondisi tersebut dipengaruhi kiriman air dari wilayah hulu, terutama dari Tangerang dan Tangerang Selatan, melalui sejumlah sungai, seperti Sungai Angke, Pesanggrahan, dan Mookervart yang bermuara di Cengkareng Drain.

Permukaan air di Cengkareng Drain sudah mengalami penurunan dari 350 menjadi 315, sementara batas aman berada di angka 310.

Di sisi lain, banjir yang terjadi saat ini lebih disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang mencapai rata-rata 200 milimeter per hari, bahkan hingga 260 milimeter di beberapa titik.

Adapun untuk menangani banjir di wilayah Jakarta Barat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengerahkan 152 pompa stasioner, 49 rumah pompa, 76 pompa mobile, dan 60 pompa apung atau portabel.

Selain itu, digunakan pula alat berat berupa 99 dump truck, 3 crane, 6 combi jetting, 59 excavator, 1 self loader, dan 1 wheel loader. Sebanyak empat unit pompa perbantuan juga dikerahkan dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara dan Jakarta Pusat untuk mempercepat penanganan banjir.

Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan pos kesehatan dan layanan sosial bagi warga yang mengungsi di berbagai titik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.