Reog Jadi Prioritas, Pemkab Ponorogo Kucurkan Rp6 Miliar untuk Proyek MRMP

Jumat, 23 Jan 2026, 21:45 WIB

PONOROGO – Pembangunan kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) penting sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah.

Keberadaan MRMP tidak hanya berfungsi sebagai ruang edukasi dan arsip sejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata budaya yang mampu mendorong ekonomi lokal, memperluas literasi kebudayaan, serta memperkuat posisi warisan budaya dalam pembangunan berkelanjutan.

Ket. Foto: Sejumlah warga mengunjungi Monumen Reog Ponorogo di Sampung, Ponorogo , Jawa Timur, Minggu (2/11/2025). Saat libur akhir pekan Monumen Reog Ponorogo setinggi 126 meter itu dikunjungi ratusan wisatawan dari berbagai daerah meskipun seluruh proyek kawasan wisata terpadu Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) belum rampung. — Sumber: ANTARA Jatim/Muhammad Mada

Pemerintah Kabupaten Ponorogo melanjutkan pembangunan kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar dalam APBD 2026.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Sugiarto, Jumat mengatakan,anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung kawasan MRMP, bukan pada bangunan utama monumen.

"Anggarannya sudah masuk APBD, sekitar Rp6 miliar. Fokusnya untuk fasilitas pendukung," kata Agus.

Ia menjelaskan, fasilitas yang akan dibangun meliputi toilet, mushala, serta sejumlah infrastruktur penunjang lain guna mendukung fungsi kawasan MRMP sebagai destinasi wisata budaya.

"Tidak menyentuh bangunan utama. Pekerjaan difokuskan pada sarana pendukung seperti toilet, mushala, dan fasilitas lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, pemerintah daerah akan berhati-hati dalam melanjutkan pembangunan kawasan MRMP.

Ia berencana berkoordinasi terlebih dahulu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan kelanjutan proyek berjalan sesuai ketentuan.

"Saya ingin memastikan dulu, meskipun yang dibangun fasilitas pendukung, tetap akan kami koordinasikan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," katanya.

Menurut Lisdyarita, meski pembangunan kawasan MRMP belum sepenuhnya rampung, animo masyarakat untuk berkunjung cukup tinggi.

Kawasan tersebut mulai menjadi alternatif destinasi wisata baru di Kabupaten Ponorogo.

"Antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk melihat Monumen Reog. Karena itu fasilitas pendukung perlu dilengkapi agar kawasan ini semakin layak sebagai destinasi wisata," katanya.

Kesenian Reog Ponorogo merupakan warisan budaya yang memiliki nilai strategis dalam menjaga identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat lokal.

Reog tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media transmisi nilai-nilai sosial, spiritual, dan filosofi kehidupan yang diwariskan lintas generasi.

Di tengah arus modernisasi, penguatan Reog Ponorogo menjadi penting untuk mencegah degradasi budaya, sekaligus mengoptimalkan potensinya sebagai aset pariwisata budaya yang mampu mendorong ekonomi kreatif dan memperkuat citra budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.