Reog Jadi Prioritas, Pemkab Ponorogo Kucurkan Rp6 Miliar untuk Proyek MRMP
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA Jatim/Muhammad Mada
PONOROGO – Pembangunan kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) penting sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas daerah.
Keberadaan MRMP tidak hanya berfungsi sebagai ruang edukasi dan arsip sejarah, tetapi juga sebagai destinasi wisata budaya yang mampu mendorong ekonomi lokal, memperluas literasi kebudayaan, serta memperkuat posisi warisan budaya dalam pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Ponorogo melanjutkan pembangunan kawasan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar dalam APBD 2026.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Sugiarto, Jumat mengatakan,anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung kawasan MRMP, bukan pada bangunan utama monumen.
"Anggarannya sudah masuk APBD, sekitar Rp6 miliar. Fokusnya untuk fasilitas pendukung," kata Agus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, fasilitas yang akan dibangun meliputi toilet, mushala, serta sejumlah infrastruktur penunjang lain guna mendukung fungsi kawasan MRMP sebagai destinasi wisata budaya.
"Tidak menyentuh bangunan utama. Pekerjaan difokuskan pada sarana pendukung seperti toilet, mushala, dan fasilitas lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, pemerintah daerah akan berhati-hati dalam melanjutkan pembangunan kawasan MRMP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berencana berkoordinasi terlebih dahulu dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan kelanjutan proyek berjalan sesuai ketentuan.
"Saya ingin memastikan dulu, meskipun yang dibangun fasilitas pendukung, tetap akan kami koordinasikan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," katanya.
Menurut Lisdyarita, meski pembangunan kawasan MRMP belum sepenuhnya rampung, animo masyarakat untuk berkunjung cukup tinggi.
Kawasan tersebut mulai menjadi alternatif destinasi wisata baru di Kabupaten Ponorogo.
"Antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk melihat Monumen Reog. Karena itu fasilitas pendukung perlu dilengkapi agar kawasan ini semakin layak sebagai destinasi wisata," katanya.
Kesenian Reog Ponorogo merupakan warisan budaya yang memiliki nilai strategis dalam menjaga identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!