Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov NTB Aktifkan Komando Terpadu Atasi Dampak Cuaca Ekstrem

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 12:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov NTB Aktifkan Komando Terpadu Atasi Dampak Cuaca Ekstrem Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah pengendara diguyur hujan saat melintasi jalan raya Bypass Mataram-Gerung di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (29/10/2025).

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaktifkan komando terpadu lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada dasarian III Januari 2026 atau periode 21–31 Januari.

Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan dini dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

"Koordinasi lintas OPD sudah kami lakukan melalui penguatan posko siaga hidrometeorologi dan mekanisme komando terpadu yang dipimpin BPBD sebagai leading sektor kebencanaan," ujarnya di Mataram, Kamis (22/1).

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat di wilayah lereng Gunung Rinjani hingga Gunung Tambora.

Analisa BMKG menyebut ada potensi hujan dengan intensitas lebih dari 150 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen yang diprediksi terjadi di sekitar wilayah Sembalun, Bayan, Labuhan Badas, Pekat, dan Tambora.

Ia mengatakan pemerintah mencermati informasi prakiraan BMKG terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat di kawasan lereng Rinjani dan Tambora tersebut.

"Dua wilayah ini memang zona penting karena menjadi sentra pertanian dan perkebunan, sekaligus wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang," katanya.

Sejumlah perangkat daerah, katanya, telah digerakkan sesuai tugas masing-masing untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat fenomena cuaca ekstrem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan, menyiapkan personel dan logistik, serta memperkuat sistem peringatan dini dan respon cepat.

Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan fungsi drainase, gorong-gorong, saluran irigasi, dan lokasi rawan longsor maupun banjir dalam kondisi siap, termasuk penanganan darurat bila terjadi kerusakan akses jalan.

Di sektor pangan, Dinas Pertanian dan Perkebunan melakukan pendampingan kepada petani, mengantisipasi potensi gagal panen, serta mendorong penyesuaian pola tanam dan perlindungan lahan pertanian di kawasan rawan.

Dinas Sosial menyiapkan layanan kedaruratan sosial, dapur umum, dan dukungan bagi warga terdampak bila terjadi evakuasi.

Pemprov NTB juga melibatkan TNI/Polri, Basarnas, Tagana, relawan, pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah desa sebagai penguatan respons di lapangan.

Ia mengatakan koordinasi dibangun sejak dini agar risiko dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga, serta paling penting kawasan sentra pangan bisa terus berproduksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.