Harga Melonjak, Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan di Pasar Jakarta
📅 Kamis, 22 Jan 2026, 18:20 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Juliyanti
JAKARTA - Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Gondangdia, Jakarta Pusat, memilih tidak berjualan pada Kamis sebagai bentuk protes terhadap tingginya harga daging sapi yang membuat permintaan menurun, terutama menjelang Ramadan.
Tingginya harga daging sapi membuat permintaan menurun, sehingga pedagang menghentikan sementara aktivitas jual beli.
Pantauan ANTARA, area lapak daging sapi di Pasar Gondangdia terlihat kosong, meski pedagang ayam dan ikan masih melayani pembeli seperti biasa.
"Tukang daging enggak buka semua, banyak yang libur. Lagi pada demo karena harganya kemahalan," ujar Mahmud (65), seorang pedagang ikan.
Seorang pedagang ayam, Deni (40) mengatakan bahwa sehari sebelumnya sejumlah lapak daging sapi masih sempat beroperasi, meski dengan harga yang dinilai tinggi oleh pembeli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memperkirakan pedagang akan kembali membuka lapak dalam beberapa hari ke depan.
"Kemungkinan besok ada lagi (demo). Kalau kemarin sih masih jualan," katanya.
Di sisi lain, absennya penjual daging sapi membuat sebagian warga beralih membeli sumber protein lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu pembeli, Amel (27) mengaku dirinya memilih ayam dan ikan karena harga daging sapi belum menunjukkan penurunan, terutama menjelang bulan Ramadan.
"Saya ganti ke yang lain, ayam atau ikan kalau daging sapi tetap naik pas puasa," katanya.
Sementara itu, Nita (31) mengaku tetap akan membeli daging sapi dalam jumlah lebih sedikit meski harganya mahal,
"Kalau saya kayaknya bakal tetap beli untuk keluarga. Meski mahal, paling belinya setengah saja," ujarnya.
Meski pedagang daging sapi tidak berjualan, namun suasana pasar secara umum tetap ramai. Warga berharap pasokan kembali normal agar harga daging dapat lebih stabil dalam beberapa hari ke depan.
Sebelumnya, bandar sapi potong dan pedagang daging di pasar tradisional se-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) melakukan aksi mogok dagang selama tiga hari mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!