Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prospek Pembiayaan UMKM Diperkirakan Lebih Baik

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sementara itu, Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi menilai optimisme terhadap prospek pembiayaan UMKM pada 2026 perlu dibaca secara lebih struktural. Menurutnya, tren peningkatan konsumsi domestik memang memberi sinyal positif, namun efektivitasnya terhadap UMKM sangat bergantung pada sumber dan sebaran konsumsi tersebut.

Iyuk menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi saat ini masih relatif terkonsentrasi pada kelompok menengah atas, sementara kelompok menengah bawah yang menjadi basis utama pasar UMKM belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini membuat banyak pelaku UMKM masih menahan ekspansi dan cenderung berhati-hati dalam mengakses pembiayaan, meskipun likuiditas perbankan tersedia.

Dalam konteks tersebut, Iyuk menyoroti peran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai intervensi yang berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru di tingkat pedesaan. Ia menyebut, jika dijalankan secara konsisten dan berbasis lokal, MBG dapat menggerakkan rantai ekonomi dari hulu ke hilir, mulai dari pemasok buah dan sayur, ikan, ayam, telur, roti, hingga penyedia bahan bangunan di wilayah setempat.

Dari sisi daya beli dan ketenagakerjaan, Iyuk menilai dampak MBG cukup signifikan. Keberadaan tiga hingga empat dapur MBG di setiap desa atau kecamatan, menurutnya, berpotensi menyerap sekitar 150–200 tenaga kerja baru, yang sebagian besar berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Aktivitas ekonomi yang bersifat rutin harian tersebut dinilai mampu menciptakan aliran transaksi yang stabil bagi UMKM lokal.

Lebih lanjut, Iyuk menegaskan bahwa dampak MBG terhadap UMKM akan semakin kuat apabila target pendirian 20.000–30.000 dapur MBG nasional terealisasi dan disertai kebijakan yang mewajibkan pengadaan bahan baku dari pelaku usaha setempat. Dengan skema transaksi harian dan kepastian pasar, ia menilai pembiayaan UMKM ke depan memiliki fondasi yang lebih sehat dan berkelanjutan dibandingkan sekadar mengandalkan stimulus kredit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.