Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Serius Tangani Stunting, Pemkab Gianyar Kerahkan Tim Ahli ke Delapan Desa

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 18:00 WIB | Oleh:
Serius Tangani Stunting, Pemkab Gianyar Kerahkan Tim Ahli ke Delapan Desa Doc: ANTARA/HO-Pemkab Gianyar
Ket. Petugas kesehatan mengukur tinggi badan balita untuk mencegah stunting di Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (20/1).

GIANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, Bali, menerjunkan tim ahli untuk mempercepat penurunan angka balita tengkes (stunting) di delapan desa dengan prevalensi tertinggi.

“Kami menyasar balita sesuai dengan data hasil pengukuran yang telah ditetapkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gianyar Ni Nyoman Ariyuni di Gianyar, Bali, Selasa.

Adapun para ahli yang dikerahkan untuk intervensi stunting itu yaitu dokter spesialis anak, psikolog dan nutrisionis dari rumah sakit pemerintah dan swasta.

Fokus tim ahli tersebut yakni pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, peningkatan pola asuh, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan stunting sejak dini.

Mereka disebar di delapan desa yang masih memiliki persentase stunting di atas enam persen.

Desa itu yakni Desa Kedisan dengan jumlah balita stunting sebanyak 29 orang atau prevalensi menyentuh sembilan persen. 

Kemudian Desa Taro dengan sasaran sebanyak 50 orang balita dengan prevalensi sebesar 8,8 persen, Desa Pejeng Kaja terdapat 25 balita yang terindikasi stunting dengan prevalensi 7,9 persen.

Selanjutnya, Desa Pupuan sebanyak 30 balita dengan prevalensi  7,8 persen, Desa Manukaya dengan sasaran sebanyak 47 balita dengan prevalensi 7,2 persen, Desa Puhu juga prevalensinya 7,2 persen dengan jumlah balita sebanyak 20 orang. 

Tak hanya itu, Desa Singakerta terdapat 40 orang balita terindikasi stunting dengan prevalensi sebesar  7,1 persen dan Desa Kelusa sebanyak 16 orang balita dengan prevalensi stuntingnya 6,8 persen.

Pendampingan dari tim ahli itu dilakukan di delapan desa setelah mencermati hasil pengukuran serentak pada November 2025.

Ariyuni menambahkan pendampingan mengacu pada kebijakan nasional pencegahan dan percepatan penurunan stunting yang mengamanatkan intervensi spesifik dan intervensi sensitif secara konvergen, terpadu, dan berkelanjutan.

“Target kami intervensi stunting dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan, sehingga mampu menurunkan angka stunting secara signifikan,” imbuhnya.

Sementara itu, secara nasional Kabupaten Gianyar memiliki angka stunting terendah nomor dua di Indonesia karena berhasil menurunkan prevalensi dari 6,3 persen pada 2022 menjadi 5,4 persen pada 2024, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 oleh Kementerian Kesehatan RI.

Berkat capaian itu Gianyar mendapatkan insentif fiskal Rp5,6 miliar dari Kementerian Dalam Negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.