IHSG Hari Ini Tetap Pede Menguat, Saat Pasar Asia Lesu
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Dhemas Reviyanto
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di tengah mayoritas bursa Asia yang bergerak melemah. Penguatan ini mencerminkan daya tahan pasar domestik yang ditopang oleh aksi beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar, seiring ekspektasi terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri.
Meski sentimen eksternal masih dibayangi ketidakpastian global, pelaku pasar terlihat lebih responsif terhadap faktor fundamental nasional, sehingga mampu menjaga pergerakan IHSG tetap di zona positif.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/1) sore, ditutup menguat 0,83 poin atau 0,01 persen ke posisi 9.134,70 di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,74 poin atau 0,98 persen ke posisi 884,38.
“IHSG melanjutkan penguatan di tengah potensi momentum January Effect. Di sisi lain, pelaku pasar mulai memposisikan diri menjelang keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI),” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Januari 2026, yang akan menetapkan kebijakan moneter, makroprudensial, serta sistem pembayaran demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak melemah yang terbebani oleh potensi aksi balasan Eropa setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang menentang proposal terkait pembelian Greenland.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar semakin waspada di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan Eropa, setelah Trump berjanji akan memberlakukan tarif yang lebih tinggi mulai 1 Februari 2026 terhadap sejumlah negara Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, Eropa bersiap melakukan perlawanan dengan rencana pengenaan tarif balasan terhadap AS senilai 93 miliar poundsterling atau sekitar 108 miliar dolar AS, yang akan benar-benar ditetapkan oleh Uni Eropa apabila Trump merealisasikan pengenaan pajak sebesar 10 persen terhadap negara-negara Eropa pada 1 Februari 2026.
Dari kawasan Asia, sentimen datang dari ketidakpastian politik di Jepang, setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan akan membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum guna mengamankan dukungan pemilih terhadap rencana pengeluaran serta agenda kebijakan yang lebih luas
Sementara itu, bank sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga acuannya, yaitu Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun tetap di level 3,0 persen, sementara LPR tenor lima tahun dipertahankan di 3,5 persen.
Keputusan PBoC sesuai ekspektasi pasar dan mencerminkan preferensi otoritas untuk memberikan stimulus secara selektif di tengah perlambatan momentum ekonomi, yang mana pengeluaran rumah tangga dan sektor properti masih membebani permintaan domestik
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,49 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 2,08 persen dan 1,86 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!